Site icon KLAUSAMEDIA

Harga Sapi Melonjak,Dampak Hewan Kurban Harus Karantina Sebelum Dijual

Penjual sapi yang berlokasi di jalan WR Supratman Bontang Selatan

KLAUSANEWS– Terhitung sebulan menjelang Idul Adha 1443 Hijriyah, harga sapi kurban mulai naik, setahun yang lalu (2021) harga 1 ekor sapi dengan bobot 200 kilogram ditaksir Rp 15 Juta Per ekor, namun berbeda dengan tahun ini, harga sapi dengan bobot yang sama kisaran Rp 20 Juta per ekor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi klausabontang.news, pedagang sapi kurban menaikkan harga karena adanya biaya tambahan pengiriman dan perawatan selama masa karantina hewan sebelum siap untuk dijual, masa karantina terhitung selama 14 hari setelah hewan turun di Pelabuhan Lok Tuan.

Salah satu pedagang sapi kurban, Wardihan (45) mengatakan untuk proses karantina sapi saja harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 800 Ribu per ekor. Biaya itu belum termasuk biaya pengiriman, biaya tempat makan hewan, dan belum termasuk biaya orang yang menjaga sapi selama sapi dikarantina.

“ Harganya naik karena banyak biaya tambahan selama sapi dikarantina kurang lebih 14 hari, biaya tambahannya tidak sedikit mba, untuk satu ekor sapi kurang lebih Rp 800 Ribu,” ungkapnya.

Pada tahun lalu (2021), Wardihan mengungkapkan tahun ini peminat sapi nampak lebih sepi dibanding tahun lalu (2021). Dulu Ia bisa menjual 10 ekor sapi per hari.

Penyebabnya, menurut Wardihan tingginya harga sapi, Ia mengaku per ekor sapi dihargai dari yang paling kecil Rp 20 juta hingga yang paling besar Rp 56 juta dengan bobot sapi 750 kilogram.

“ Naiknya lumayan mba, kemarin saya masih jual Rp 15 Juta tetapi untuk tahun ini saya tidak bisa pasang harga segitu mba, bukannya untung malah buntung nanti, rugi, “ katanya saat ditemui redaksi klausabontangl.news di Jalan WR Supratman depan gedung Aini Rasyifa Bontang Rabu pagi (15/06/2022)

Sapi yang ia jual langsung didatangkan dari pulau Sulawesi Barat, Majene, Ia juga menyebutkan hanya wilayah itu yang minim penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), hanya saja sapi-sapinya tetap harus mengikuti karantina.

“ Saya pesan 40 ekor sapi, hanya 2 yang tidak lolos karantina, itu artinya sangat minim penyebaran penyakit di wilayah sana mba, “ tambahnya.

Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL