Site icon KLAUSAMEDIA

Kurangi Sampah, Empat RT di TLI jadi Kampung Minim Sampah

KLAUSANEWS – Guna mengurangi sampah rumah tangga, maupun sampah yang terbawa pasang surut air, empat RT di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah (TLI) Kota Bontang ditetapkan sebagai Kampung Minim Sampah (Kamis). Kamis menyasar empat Rukun Tetangga (RT), yakni 07, 08, 09, dan 31.

Lurah Tanjung Laut Indah (TLI), Nurfaidah mengatakan, tahap awal program kamis baru melibatkan 4 RT namun kedepan akan ditambah. Hal ini sebagai upaya untuk 

menanggulangi persoalan sampah di daerah pesisir.

“Ini program dari bank sampah Kelurahan TLI yang dibantu oleh 

CSR PT KPI dalam hal pendanaan,” ungkapnya, Jumat (17/6/2022).

Masyarakat pun telah diberikan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan. 

Selain itu sebelum dibuang  harus  dipisah menurut kategorinya seperti sampah organik, anorganik dan limbah bahan berbahaya beracun (B3). Sampah jenis tertentu akan didaur ulang menjadi barang yang bernilai. 

seperti botol plastik bisa untuk dijadikan lampion, minyak jelanta dapat dijadikan sabun.

“Dari bank sampah juga sudah memberikan edukasi bahwa sampah rumah tangga bisa bernilai ekonomis. Jadi yang kering di daur ulang, kalau yang basah ini bisa diolah menjadi pupuk,” jelasnya.

“Bulan depan (Juli) juga akan diadakan lomba daur ulang bagi empat RT tersebut dengan memanfaatkan sampah dan tidak boleh menggunakan bahan yang baru,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengapresiasi program kamis sebagai bentuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

Menurutnya, program ini mendukung kebijakan strategis daerah terkait pengurangan 30 persen dan penanganan 70 persen sampah rumah tangga serta sampah sejenis. 

Selain itu juga menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan di Kota Bontang.

“Semoga dengan program ini tidak ada lagi yang membuang sampah ke laut dan menciptakan lingkungan pesisir Bontang yang lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.

Reporter : Octa Fadilah

Editor : APL