KLAUSANEWS – Tiga pekan jelang Idul Adha 1443 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 9 Juli 2022 mendatang, stok hewan kurban jenis Kambing masih kosong di Bontang.
Dari pantauan redaksi klausabontang.news
kandang kambing dari beberapa pedagang nampak kosong melompong. Padahal tahun sebelumnya sebulan sebelum lebaran pedagang kambing sudah menawarkan dengan harga bervariasi, tergantung bobot kambing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kelangkaan ini disebabkan karena maraknya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak yang kebanyakan dialami oleh sapi, namun tidak menutup kemungkinan kambing pun bisa terkena penyakit ini.
Salah satu pedagang kambing kurban, Asurah (35) mengatakan, kambing kurban baru akan tiba di Bontang kisaran tanggal 24 atau 25 Juni 2022 mendatang. Stok kambing yang siap untuk dijual sebenarnya sudah ada, bahkan sudah dipesan satu bulan sebelum masuk bulan ini (Juni), namun belum bisa untuk dijual-belikan. Kambing-kambingnya harus melalui proses karantina kurang lebih 14 hari, sama seperti prosedur sapi.
“ Sebenarnya sudah pesan lama, sebelum masuk Juni sudah pesan, tetapi ada penyakit hewan ini (PMK) kan, jadi harus mengikuti prosedur, karantina 14 hari, “ ungkapnya.
Asurah mengungkapkan Idul Adha Tahun lalu ( 2021/ 1442 Hijriyah) peminat kambing kurban banyak sekali, bahkan sudah habis di kandang pun ia harus segera memesan lagi dari Pulau Jawa dan Sulawesi, sebab permintaan pasar yang membludak, namun berbeda di tahun 2022 ini, peminatnya sangat minim dan prosesnya lama karena harus dikarantina dulu guna menghindari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada kambing kurban.
“ Karena ada penyakit PMK, jadi peminatnya juga berkurang, tahun lalu saya sampai kehabisan stok dan harus pesan beberapa kali sampai H-3 Idul Adha pun masih banyak peminatnya dan tahun lalu masih saya jual dengan harga Rp 3 Juta tetapi tahun ini tidak bisa saya jual dengan harga yang sama mba, kambingnya pas karantina kena biaya tambahan jadi harus saya jual diatas harga biasanya mba, paling nanti naik Rp 500- 1 juta,” tambahnya.
Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL

