Site icon KLAUSAMEDIA

Kebutuhan Tenaga Kerja Welder Tinggi di Korsel, Disnaker Jajaki Kerjasama

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Abdu Safa Muha

KLAUSANEWS – Kebutuhan tenaga kerja kualifikasi welder di Korea Selatan (Korsel) cukup tinggi. Dijelaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Abdu Safa Muha dari data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul- Korea, setiap tahunnya, rata – rata dibutuhkan sekira 1500 – 2000 tenaga kerja welder.

“ Sejauh ini cuma 3 negara yang diajak bekerjasama dalam pemenuhan tenaga kerja welder, Indonesia, Thailand dan Vietnam. Jadi peluang besar untuk kita, apalagi usia dari 25 – 40 tahun dengan kualifikasi yang diturunkan dari S1 menjadi SLTA bahkan asal punya sertifikasi, bisa saja,” tambahnya saat ditemui usai zoom meeting bersama KBRI (08/07/2022).

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Bontang , melalui Dinas Ketenagakerjaan menjajaki kerjasama peluang pengiriman tenaga kerja ke Korea Selatan (Korsel).

Dijelaskan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Abdu Safa Muha, pemerintah membuka akses kerjasama dengan agen – agen perusahaan Korsel yang ada di Indonesia serta memfasilitasi pekerja yang ingin ke luar negeri.

“ Saya akan tindak lanjuti dengan kementerian, apa – apa yang harus kami lakukan dan persiapkan,” ungkapnya, Jumat (08/07/2022).

Ditambahkan tenaga kerja yang paling memungkinkan adalah tenaga kerja welder. Selain itu, termasuk peluang mendapat beasiswa untuk S1 dan S2, sehingga pasca sekolah bisa langsung menjadi tenaga kerja.(Redaksi)

Editor : APL