Site icon KLAUSAMEDIA

Masuk Musim Penghujan, Lurah Berebas Tengah Imbau Warga Waspada DBD

Lurah Berbas Tengah, Chandra

KLAUSANEWS, Bontang– Cuaca yang tidak tentu dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Bontang berpotensi menjadi ancaman penyebaran penyakit demam berdarah bagi warga Berebas Tengah.

Lurah Kelurahan Berebas Tengah, Chandra terus mengimbau warga setempat untuk waspada terhadap penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk yang membawa virus masuk kedalam tubuh manusia sehingga memungkinkan terkena penyakit yang biasa disebut Demam Berdarah (DBD).

“ Kami selalu mengimbau untuk seluruh RT, memberantas sarang nyamuk, “ ucapnya saat dikonfirmasi redaksi klausabontang.news Selasa (09/08/2022).

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan upaya preventif yang bisa dilakukan warga untuk mengatasi masalah demam berdarah adalah aktif melakukan perilaku hidup sehat dengan cara menjalankan 3M (menguras,menutup,dan mengubur), selain itu ia juga meminta kepada warga untuk rutin dalam melakukan kerja bakti memberantas sarang nyamuk. Sementara warga yang membutuhkan bubuk abate atau bubuk anti nyamuk bisa mendapatkan di Puskesman.

“ Untuk abate saat ini diambilnya langsung di Puskesmas, jadi warga yang membutuhkan biasanya langsung kami arahkan untuk ke puskesmas melalui perwakilan-perwakilan yang ada di setiap RT, “ katanya.

Winarsi (67) salah satu warga Kelurahan Berebas Tengah RT 16, mengatakan bahwa dirinya rajin datang ke puskesmas untuk meminta bubuk abate atau bubuk anti nyamuk yang dinilai mampu memberantas jentik nyamuk yang sering muncul di penampungan air, selain mengandalkan bubuk abate, ia juga rutin membersihkan selokan di sekeliling rumah dan rajin menyemprot rumah dengan anti nyamuk setiap menjelang malam hari.

“ Kalau dikatakan Berebas Tengah dengan kasus tertinggi, mungkin karena memang musimnya mba, hujan terus kan, semisal terkenanya dimana namun karena tinggal di sini jadinya datanya masuk Berebas Tengah, padahal untuk kebersihannya sangat bersih sekitaran lingkungan sini mba, karena kami rutin melakukan kerja bakti dan ketersediaan bubuk abate di Puskesmas tidak terbatas. warga bisa kapan saja kesana, kalau dirumah saya setiap magrib nyemprot rumah pake semprotan anti nyamuk mba, itu rutin saya lakukan supaya tidak ada nyamuk, “ katanya.

Diketahui, per Juni 2022 Dinas Kesehatan Kota Bontang, merilis jumlah kasus DBD per Kelurahan. Berebas Tengah 39 kasus, Tanjung Laut 34 kasus,Tanjung Laut Indah 29 kasus dengan 1 kasus meninggal, Api – api 27 kasus, Lok Tuan 24 kasus, Telihan 24 kasus, Gunung Elai 17 kasus, Bontang Baru 16 kasus, Satimpo 13 kasus dan Berbas Pantai 9 kasus.

Merawat penderita demam berdarah di rumah. Seseorang yang mengalami demam berdarah dengan gejala ringan bisa dirawat di rumah.

Berikut adalah cara perawatan demam berdarah di rumah, diantaranya:

  1. Istirahat sebanyak mungkin.
  2. Minum obat penurun demam. Jika sakit demam berdarah, obat penurun demam yang boleh dikonsumsi hanya parasetamol. Hindari meminum ibuprofen dan aspirin.
  3. Jika panas tidak kunjung turun, boleh dibantu dengan dikompres.
  4. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi pada penderita demam berdarah bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Pasien bisa meminum cairan apapun, seperti air putih, air kelapa, jus buah, atau cairan lainnya.

Ciri-ciri dehidrasi pada penderita demam berdarah:

  1. Tidak buang air kecil atau hanya sedikit
  2. Pada anak, ketika menangis tidak keluar air mata
  3. Mulut, lidah, dan bibir kering
  4. Mata cekung
  5. Detak jantung lebih dari 100 kali per menit
  6. Jari tangan dan kaki terasa dingin

Pada umumnya demam berdarah bisa dirawat dari rumah, yang terpenting adalah menjaga agar penderita DBD beristirahat cukup dan minum banyak cairan, namun jika kondisi tidak kunjung membaik segera bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

Reporter: Octa Fadillah
Editor : APL