KLAUSANEWS, Bontang – Eben (3) balita korban kebakaran di Jalan Surabaya, RT 20, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat dilaporkan meninggal dunia pukul 21.00 Wita setelah sempat mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Taman Husada Bontang.
Korban diketahui menderita luka bakar sekujur tubuh, sekira 80 persen.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi mengatakan korban mengalami luka bakar cukup serius dan membuat tubuh korban hampir seluruhnya terbakar, kecuali perut dan punggung.
“Luka 80 persen, sisa perut sama sedikit punggung yang tidak terkena, meninggal jam 21an tadi,“ kata dr Suhardi saat dikonfirmasi redaksi klausabontang.news Senin (19/09/2022).
Lebih lanjut, dr Suhardi mengatakan sebelumnya balita tersebut telah dirawat di ruang ICU, dengan mendapatkan tindakan medis seperti resusitasi dan pemberian obat-obatan dengan dosis yang cukup tinggi.
“Tindakan resusitasi sudah dilakukan sebelumnya, di awal memang sudah dibahas dengan ibu balita tersebut untuk tindakan operasi karena dikhawatirkan infeksi, namun tindakan operasi belum bisa kami lakukan karena harus menstabilkan kondisinya dulu, sementara ayah balita tersebut masih berada di ruang ICU dengan kondisi kritis dan memiliki luka bakar yang lebih besar dibandingkan anaknya, yakni 90 persen luka bakar, “ jelasnya.
Diketahui keduanya menjadi korban kebakaran di Jalan Surabaya RT 20 Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita. Rumah milik Ruben Randa yang berstatus sebagai kakek Eben (3) dan ayah mertua dari Boni (40). Rumah tersebut dihuni 2 Kepala Keluarga (KK) dan ditinggali 8 orang didalamnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin mengatakan setelah mendapatkan keterangan lengkap, penyebabnya diperkirakan karena adanya ledakan televisi dari dalam rumah yang membuat api membesar dengan dengan cepat.
“Dugaan tadi karena cucunya main korek api, tetapi ada juga yang bilang karena korsleting listrik yang membuat tv didalam rumah meledak, masih kami cari tahu jelasnya, ” jelas Kadis Damkartan Bontang Amiluddin Senin (19/09/2022).
Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

