KLAUSANEWS, Samarinda – Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Timur (Kaltim) Ismid Rizal, membeberkan beberapa pembahasan serius dalam agenda Rapat Koordinasi (Rakor) UPTD Taman Budaya se-Indonesia.
Salah satunya, pembahasan konsep berkreasi pulihkan ekonomi negeri. Pembahasan itu dianggap penting dalam menyiapkan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.
Pembahasan itu selaras dengan program Pemprov Kaltim. Terutama dalam mendorong kemajuan taman budaya.
“Pastilah yang pertama di sini adalah berkreasi pulihkan ekonomi negeri, yang utama kita bahas, karena itu sudah yang Kalimantan Timur galakan,” ujarnya.
Bahkan, strategi memajukan taman budaya bakal turut dibahas. Termasuk status taman budaya yang sejauh ini masih dalam satu atap dengan Dinas Pendidikan.
“Nah kalau rapat kedepannya pasti kita mengangkat tentang Taman Budaya untuk kemajuannya, serta tentang permasalahan budaya, kedepannya itu dia seperti apa? Apakah dia mandiri dan sebagainya itu yang kami bicarakan,” sambung Ismid.
Selain itu, pihaknya juga bakal mendorong status taman budaya di Kaltim menjadi taman unggulan di seluruh Indonesia.
“Saya saja ketua umumnya otomatis Taman Budaya ini jadi unggulan di Indonesia dan jadi percontohan,” tuturnya.
Ismid juga membongkar tantangan yang dihadapi eksekutor taman budaya. Poin pentingnya, dia bilang ialah peningkatan SDM yang dapat memajukan taman budaya. Termasuk peningkatan kapasitas seorang kurator.
“Kami yakin kurator di Kaltim belum maksimal. Itu yang perlu kita tingkatkan bersama,” terangnya.
Terkait taman budaya yang mandiri, dia menegaskan akan menggalang suara dari daerah lain. Ia yakin akan terwujud bila dukungan daerah bulat dalam satu suara.
“Saya ketua forum tapi arahnya menjadi Taman Budaya yang mandiri,” pungkasnya.(*)(ADV/DISDIKBUDKALTIM)
Editor : APL

