KLAUSANEWS, Bontang – Parkiran mobil dan sepeda motor yang masih belum tertata di depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, dikeluhkan para pengunjung yang ingin mengurus perizinan berusaha.
Sitti (45) salah satu pengendara sepeda motor mengaku dirinya berulang kali datang ke kantor DPMPTSP lantaran mengurus surat perizinan berusaha miliknya dan beberapa tetangganya.
Ia mengatakan bentuk pelayanan yang diberikan oleh DPMPTSP adalah layanan yang cukup sempurna, bagaimana tidak, apapun yang Ia tanyakan akan terjawabkan oleh pihak DPMPTSP.
Beralih dari bentuk pelayanan yang dinilai sempurna, Sitti sangat menyayangkan lahan parkir yang sering penuh dan semrawut di depan kantor DPMPTSP yang membuat dirinya kebingungan untuk memarkir kendaraan miliknya.
“Belum lagi jika ada acara di taman tiga dimensi, parkiran di depan pasti penuh, hal hasil saya parkirnya di belakang, dekat Disnaker, ini kantor yang dikunjungi dimana parkirnya dimana, “ keluh Sitti saat ditemui redaksi klausa bontang di parkiran Disnaker Senin (24/10/2022).
Lebih lanjut, Sitti berharap ada tindakan dari dinas terkait, agar hal-hal negatif tidak terjadi disekitar kantor tersebut.
“Semoga hal-hal seperti ini lebih diperhatikan, jadi tidak hanya pelayanan yang baik sehingga kita merasa nyaman, tetapi kita juga harus merasa aman, mungkin bisa disediakan juru parkir, “ harapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris DPMPTSP Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengaku sampai saat ini belum ada petugas yang menata parkiran di area DPMPTSP tersebut, lantaran ini bukan Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi) PTSP sepenuhnya.
Ia mengatakan penyediaan Juru Parkir (Jukir) adalah tugas bersama, mengingat kantor PTSP berada di tengah-tengah kantor dinas lain, diantaranya Dukcapil, Taman 3D, dan Disnaker.
“Untuk itu kami sudah membahas dan akan kami lanjutkan ke Dishub untuk sekiranya berkonsultasi terkait manajemen parkir termasuk jukir ini, karena jukir pun tidak boleh sembarangan, harus yang telah lulus tes ilmu juru parkir, “ kata Andi saat ditemui di ruang kerjanya Senin (24/10/2022).
Andi menyebutkan jika nantinya manajemen parkir ini sudah berjalan di area kantor, kemungkinan besar kantong parkir sebagai area khusus.
“Ini kita di tengah-tengah kantor besar, belum lagi di depan ada rumah jabatan dan tidak menutup kemungkinan jajaran tamu akan parkir di area kantor ini semisal parkiran disana penuh, jadi perlu untuk ada kantong parkir, “ sebutnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Bontang, Ahmad Suharto melalui Kepala Seksi (Kasi) prasarana Dishub Bontang, Iqbal Srijaya menjelaskan pengadaan Juru Parkir (Jukir) bisa saja, jika salah satu kantor membutuhkan jasa tersebut pihaknya akan mengutus satu jukir untuk menata lahan parkir yang ada.
“Untuk pengadaan jukir tetap di area tersebut sepertinya tidak bisa, karena area itu ramai jika ada acara di Taman tiga dimensi saja, terlebih acara yang ada sifatnya tentatif. Namun jika salah satu kantor yang ada disitu membutuhkan jukir, silahkan bersurat ke kami, Dishub akan berupaya untuk jukir dan sebelum jukir ke lapangan, kami akan memberikan arahan terlebih dahulu dan seluruh atribut akan kami sediakan, seperti rompi jukir, “ jelasnya.
Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

