Site icon KLAUSAMEDIA

Implementasi Kurikulum Merdeka, SMKN 2 Bontang Gelar Karya P5

Salah satu penampilan gelar karya SMKN 2 Bontang, Joget Komando Tingkat X.

KLAUSANEWS, Bontang – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) Bontang mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan cara menggelar sebuah kegiatan yakni gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengusung tema ‘bangunlah jiwa dan ragamu untuk keutuhan bhineka tunggal ika’. Rabu (02/11/2022).

Gelar karya dihadiri seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas, diantaranya, kelas X hingga XII Dari pantauan redaksi klausabontang.news, nampak mereka berhias dengan ragam aksesoris dan baju adat dari berbagai suku yang beragam di Kota Bontang.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang kesiswaan, Erlina Kristianti sekaligus ketua pelaksana mengatakan ini sebagai bentuk implementasi kurikulum merdeka setelah peserta didik menerima pembelajaran baik saat jam pembelajaran maupun diluar jam pembelajaran.

“Gelar karya projek ini adalah aksi nyatanya, ini puncak kegiatan setelah kami menerapkan kurikulum merdeka saat jam pembelajaran di masing-masing kelas dengan didampingi guru pendamping, skala kecil dari kegiatan ini yakni kami ingin menjalin silaturahmi serta mempererat hubungan pihak sekolah dengan siswa dan wali murid khususnya, “ kata Erlina saat ditemui di SMKN 2 ketika acara sedang berlangsung.

Turut hadir para orang tua peserta didik, Salma (45) salah satu orang tua peserta didik yang tengah asik memotret anaknya sedang menari mengikuti alunan musik merasa senang dan berbangga hati sebab putrinya yang kesehariannya hanya belajar di dalam kelas saja, ternyata punya bakat terpendam saat acara tersebut.

“Jujur saya sendiri tidak tahu jika dia bisa menari sebagus dan selinca itu, harapannya kami sebagai orang tua terus dilibatkan setiap ada acara seperti ini, supaya kami sebagai orang tua juga paham akan potensi dan perkembangan anak kami, “ harapkan.

Acara ini juga dimeriahkan dengan bazar stan siswa kelas tingkat XII dengan menjual aneka ragam makanan tradisional dengan harga ramah kantong.

“Silahkan dibeli mba, murah meriah dan yang pasti sehat, harganya Rp 5.000 untuk satu mikanya, silahkan, “ ujar salah satu peserta didik yang menjaga stand makanan tradisional.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengapresiasi untuk seluruh sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka sebagai bentuk memberikan kebebasan peserta didik dalam memilih apa yang diminati para peserta didik dalam pembelajaran.

“Saya apresiasi untuk seluruh sekolah yang menggunakan dan memperkenalkan kurikulum tersebut, dimana kurikulum ini memberikan ruang terbuka untuk para peserta didik dalam mengeksplorasi keinginannya dalam belajar, guna kedepannya para peserta didik mempunyai karakteristik yang baik, ” ucapnya saat dikonfirmasi redaksi klausabontang.news Rabu (02/11/2022).(ADV/DISDIKBUDKALTIM)

Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL