KLAUSANEWS, Bontang- Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kota Bontang pada triwulan ke III tahun 2022 mencapai Rp 9,74 triliun 1.847 proyek
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analisis Kebijakan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Karel mengatakan Bontang berada di urutan delapan dari rilis DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur, terkait realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi di Kalimantan Timur (Kaltim), periode Juli – September tahun 2022.
“Ada 10 Kabupaten Kota, secara berurutan mulai Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Samarinda, Kutai Barta, Paser, Bontang, Penajam Paser Utara, Mahakam Hulu, “ katanya.
Secara regional Kalimantan Timur (Kaltim), berdasarkan rilis DPMPTSP Provinsi Kaltim dipaparkan realisasi PMDN triwulan III tahun 2022 mencapai Rp 9,74 Triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 1. 847, dimana berdasarkan sebaran lokasinya seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur mendapatkan tambahan realisasi investasi.
Investasi paling besar berada di Kota Balikpapan, yaitu mencapai Rp 5,27 Triliun atau 54,14% dari keseluruhan realisasi investasi PMDN. Investasi terbesar kedua sebesar Rp 1,02 Triliun atau 10,53% berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Kutai Timur menjadi kontributor terbesar ketiga yaitu mencapai Rp 921,97 Miliar atau 9,46%.
Terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia, Kabupaten Kutai Timur paling banyak penyerapannya yaitu sebanyak 2.524 orang, kemudian disusul Kota Samarinda sebanyak 1.594 orang, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 1.318 orang. Total penyerapan tenaga kerja asing dari seluruh Kabupaten/Kota sebanyak 20 orang. Total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan Asing selama periode Triwulan III ini sebanyak 8.683 orang.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha maka realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan Triwulan III tahun 2022 menunjukkan subsektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi mengalami penambahan investasi terbesar yaitu mencapai Rp 5,00 Triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha yaitu sebesar 51,39%. Pertambangan sebagai kontributor kedua mencapai Rp. 3,07 Triliun atau 31,52%. Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan kontributor ketiga mencapai Rp. 459,53 Miliar atau 4,72%
Secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada Triwulan III tahun 2022.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan yang menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 3.817 orang atau 33,83% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMDN. Selanjutnya subsektor Pertambangan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.931 orang atau 33,83% dari total seluruh tenaga kerja Indonesia yang terserap. Subsektor Perdagangan & Reparasi menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 469 orang atau 5,41%
Secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada Triwulan III tahun 2022.
Editor: Redaksi

