KLAUSANEWS, Bontang- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mencatat ada sebanyak 12 sekolah yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka dan melaksanakan Program sekolah Penggerak (PSP).
Hal ini disampaikan, Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono saat ditemui di Hotel Grand Mutiara usai acara peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Guru Nasional ke 77 tahun 2022, Kamis (24/11/2022).
“Adapun diantaranya jenjang PAUD, SD dan SMP yang masuk PSP dan kini telah masuk tahan 2 dan 3 dari seluruh sekolah yang ada, baru 12 sekolah yang melaksanakan, “ ujarnya.
Menututnya, kurikulum merdeka lebih membuat peserta didik mampu meningkatkan kreatifitasnya dalam hal mencerna serta menerima pembelajaran di setiap sekolah.
“Karakter peserta didik mampu membangun karakter dengan diterapkan kurikulum merdeka ini, “ ucapnya.
Lebih lanjut, Bambang menerangkan dalam kurikulum merdeka ini para tenaga pendidik wajib memberi bimbingan serta arahan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan peserta didik.
“Hal ini mengartikan guru harus mengikuti perkembangan sesuai kurikulum penyempurnaan dari sebelumnya, dimana saat ini secara bertahap harus menerapkan kurikulum baru, yakni kurikulum merdeka belajar, itu artinya guru diminta untuk kreatif dalam hal mendidik peserta didik, “ terangnya. (ADV/ DISDIKBUDKALTIM)
Editor: Redaksi

