KLAUSANEWS, Bontang – Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Taman Bontang terus berupaya meningkatkan layanan air bersih kepada lebih dari 33 ribu pelanggan.
Direktur Perumda Tirta Taman Bontang Suramin mengatakan, pihaknya terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan distribusi air untuk masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan idle capacity atau kelebihan kapasitas air bersih, dari Water Treatment Plant (WTP) Guntung dan Lok Tuan yang jumlahnya kurang lebih 4000-5000 meter kubik per harinya.
“Kami (PDAM) coba maksimalkan produksi air di WTP Guntung dan Loktuan, untuk membantu kekurangan air di WTP Bontang Kota sekira 200 liter per detik, karena kebutuhan air di dua wilayah itu sudah terpenuhi dan sisanya kami salurkan untuk tambahan di WTP Bontang,” jelasnya.
Area Bontang Kota, melingkupi Kelurahan Gunung Elai, Bontang Baru, Api-Api, Bontang Kuala dan sebagian wilayah di Kecamatan Bontang Selatan.
Tambahan suplai air bersih tersebut dikatakan Suramin berdampak positif pada jam operasional penyaluran air bersih, dari yang awalnya hanya 19 jam per hari menjadi 22 jam per hari, secara rata-rata.
“Sekarang PDAM tidak lagi mengalirkan air secara bergiliran, namun setiap hari. Walaupun waktunya tidak bersamaan. Ada yang pagi sampai siang, atau malam pokoknya total 22 jam dalam sehari,” bebernya.
Meski begitu, menurut Surami, dari pengamatan petugas di lapangan, peningkatan jam distribusi air justru membuat pelanggan terlena, tanpa disadari konsumsi air meningkat, dampaknya terjadi tagihan yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Hingga pelanggan berasumsi tarif dasar air bersih naik tanpa pemberitahuan lebih dulu.
“Kami ingin menegaskan bahwa PDAM tidak ada menaikkan tarif. Yang ada peningkatan konsumsi pemakaian air yang tidak disadari,” bebernya.
Suramin berharap pelanggan bisa lebih bijak dalam penggunaan air. “Karena air mengalir lancar, tekanan kencang, jadi yang biasanya air susah sampai ke tando yang posisinya tinggi, sekarang sangking kuatnya, sampai pelanggan banyak lupa mematikan air, sampai tumpah – tumpah, ” jelasnya.
Masyarakat diminta ikut mengawasi proses distribusi air ini. Jika ada kendala bisa menghubungi pihaknya melalui layanan pengaduan.
“Bisa menghubungi via Wa dengan nomor 0821-5378-7420 atau 0548-23555. Kami siap melayani,” ungkapnya.
Reporter : Yulia. C
Editor : APL

