KLAUSANEWS – Sebagai forest city, Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal mempunyai Kebun Raya. Ketua Otorita IKN (OIKN) Bambang Susantono menginginkan proyek Kebun Raya IKN tersebut digarap oleh investor swasta.
“Insya Allah dari swasta. Tetapi tentu kita buka buat mereka yang kontribusi,” jelas Bambang usai Rapat Panja Perubahan RUU IKN di Kantor DPR RI, Senin (11/9/2023).
Kontribusi yang dimaksud adalah para pihak yang ingin memberikan pendanaan untuk sektor atau hal yang secara komersial kurang menarik baagi investor.
Sementara pada bulan September 2023 ini, Bambang mengatakan bakal ada investor swasta yang melaksanakan groundbreaking di IKN.
“Sektornya ada perhotelan, ada rumah sakit, ada kawasan perdagangan, seperti mal semacam itu. Jadi ada groundbreaking dari mereka yang sudah siap,” ucap Bambang.
Hal senada juga diutarakan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono.
Jelasnya, OIKN ingin memprioritaskan pembangunan satu kawasan berkonsep work, live, and play. “Nah itu nanti melengkapi itu lah. Pertama kawasan itu dulu,” ujar Agung.
OIKN juga telah menerima sekitar 281 Letter of Intent (LoI) dari investor dalam dan luar negeri. Sementara untuk luar negeri masih didominasi oleh negara-negara ASEAN. Agung merinci, investor dari Singapura ada 27, Jepang 25, Malaysia 19, dan China sebanyak 17. (Kompas)
Editor : Redaksi

