KLAUSANEWS, Bontang – Proyek pembangunan eks rumah sakit yang dijadikan mall digadang-gadang termegah di Kalimantan Timur ini, sudah bertahun-tahun diduga mangkrak.
Sebelum akhirnya dijadikan lahan untuk proyek mall megah oleh Pemprov Kalimantan Timur pada tahun 2012.
Namun, proyek ini terhenti dan menyisakan ketidakjelasan yang memicu berbagai pro kontra di kalangan masyarakat.
Proyek dengan anggaran sebesar Rp1,5 Triliun yang dinamai Balikpapan Supermall atau Balikpapan City Centre tersebut, harusnya sudah selesai dan berdiri kokoh di lahan seluas 5 hektar.
Proyek ini telah ground breaking sejak tahun 2012.
Balikpapan Supermall ini rencananya akan memiliki 4 lantai dengan tambahan apartemen 21 lantai, perkantoran, dan sejumlah ruko.
Proyek pembangunan eks rumah sakit yang dijadikan mall digadang-gadang termegah di Kalimantan Timur ini, sudah bertahun-tahun diduga mangkrak.
Hingga saat ini, proyek Balikpapan Supermall ini belum terealisasi sepenuhnya, dan meninggalkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat apakah dilanjutkan atau tidak.
Kejelasan mengenai kelanjutan proyek ini, tentunya menjadi salah satu fokus perbincangan yang mendalam, dan tidak ada habisnya di tingkat lokal
Karena dana yang dianggarkan lumayan besar, dan sempat menggusur bangunan yang telah ada.
Disamping kisruh yang terjadi akibat protes warga sekitar, ternyata ada beberapa fakta yang ditemukan terkait lingkungan disana.
Dimana untuk urusan air dan pembuangan limbah, masih menjadi permasalahan yang besar.
Ditambah lagi musibah kebakaran yang terjadi, dan banyak memakan kerugian akibat rumah warga sekitar terbakar pada waktu pembangunan dimulai, menambah permasalahan semakin komplek. (Jakarta.Palpres)
Editor : Redaksi

