KLAUSANEWS, Bontang – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menangani banjir yang selama ini acap kali melanda Kota Bontang mendapat apresiasi dari lembaga legislatif. Meski hujan mengguyur, intensitas banjir di beberapa kawasan rawan banjir di Kota Bontang mulai berkurang.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam, penanganan persoalan banjir yang menjadi momok pemerintah dan masyarakat ini cukup efektif.
“Biasanya di beberapa wilayah kalau hujan deras seharian langsung banjir. Sekarang sudah tidak, artinya upaya pemerintah bisa dikatakan cukup berhasil,” ujar Rustam, Selasa (16/7/2024).
Dikatakan Rustam, pemerintah menunjukkan komitmennya melalui program-program yang sudah dilaksanakan maupun dalam proses pengerjaan. Sehingga strategi yang dilakukan dapat berjalan maksimal.
Meski demikian, ia berharap pemerintah bukan hanya fokus terhadap banjir akibat hujan, kiriman, dan luapan sungai semata. Akan tetapi juga mencari formula bagaimana mengatasi banjir yang disebabkan air laut pasang atau banjir rob.
“Banjir rob masih mengancam masyarakat daerah pesisir. Pembangunan polder bisa dibuat supaya banjir rob ini tidak masuk lagi,” usulnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustam juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sungai sebab dapat mengakibatkan banjir kembali.
Sebagai informasi, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk mengatasi banjir pada 2024 ini mencapai Rp 200 miliar. Anggaran ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bank Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur, dan Dana Pemerintah Pusat.
Anggaran ini diperuntukkan untuk biaya normalisasi sungai dari hulu ke hilir, membangun turap, memperbaiki drainase, dan lainnya. Sementara lokasi program penanganannya tersebar di beberapa kelurahan yang dinilai rawan banjir, meliputi Guntung, Api-Api, Telihan, Kanaan, Gunung Elai, Bontang Kuala serta Satimpo.(Adv)
Reporter : Ir
Editor: FSY

