KLAUSANEWS, Bontang – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Amir Tosina kembali menyoroti progres kapal cepat penyeberangan rute Bontang – Mamuju.
Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang belum memberikan kepastian kapan pelayaran dari Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Sulawesi Barat (Sulbar) ini akan terealisasi.
Menurut Amir, transportasi laut yang menghubungkan dua pulau ini sangat dinantikan masyarakat. Selain harga tiket yang lebih murah, warga juga tidak perlu lagi pergi ke Samarinda atau Balikpapan untuk melakukan penyeberangan. Perjalanan dari Pelabuhan Loktuan akan lebih efisien. Masyarakat tidak lagi mengeluarkan ongkos besar, dan penyeberangan ini bisa menjadi salah satu cara meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat lokal.
“Masyarakat bisa sambil berdagang, dan pemerintah bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi di pelabuhan,” ujarnya.
Amir juga mengangkat isu ini dalam Rapat Paripurna Masa Sidang Ke-14. Sebelum masa jabatannya berakhir pada 15 Agustus 2024, ia terus mendesak pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Warga Sulbar sangat membutuhkan fasilitas ini untuk menunjang aktivitas mereka. Saya berharap sebelum akhir masa jabatan pemerintah dapat merealisasikan itu,” pintanya saat interupsi pada Senin (29/7/2024).
Namun, pelayaran rute kapal cepat Bontang – Mamuju masih terkendala izin operasional. Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya menyelesaikan masalah ini. “Belum selesai, saat ini kita masih berupaya menyelesaikannya. Namun, kita terus memonitor perkembangan proyek ini,” tandasnya.(Adv)
Penulis: Ir
Editor : Fsy

