Site icon KLAUSAMEDIA

Dikeluhkan Warga, Dewan Desak Kontraktor Selesaikan Proyek Jalan Suryanata


KLAUSANEWS, Bontang – Pembangunan Jalan Suryanata atau dikenal dengan Jalan Sendawar yang hingga kini belum rampung telah menimbulkan keluhan dari warga. Terutama para pemilik usaha di sekitar lokasi proyek.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 7 miliar ini masih proses pengerjaan dengan banyak material yang menumpuk di sepanjang jalan. Hal ini tidak hanya mempersempit akses, tetapi juga mengganggu operasional bisnis setempat.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, secara tegas mendesak kontraktor yang bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan proyek tersebut. Menurutnya, kontraktor harus mempercepat pengerjaan dan tidak menunggu hingga batas waktu yang ditetapkan, yaitu Desember 2024 mendatang.

“Proyek ini sudah banyak mengganggu aktivitas warga dan mengurangi pendapatan para pengusaha lokal. Kontraktor harus segera menyelesaikan proyek ini agar tidak merugikan lebih banyak pihak,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).

Ia juga menyoroti masalah tumpukan material yang menghalangi jalan dan area parkir. Hal ini menyebabkan kendaraan sulit parkir dan menurunkan jumlah pelanggan yang datang ke toko-toko di sepanjang jalan.

“Kami meminta agar kontraktor lebih memperhatikan penempatan material. Jangan sampai material yang menumpuk di pinggir jalan menjadi penghalang,” tambahnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Atos sapaan akrabnya mengusulkan beberapa solusi, termasuk pembuatan jembatan sementara dan penambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pembangunan. Ia menegaskan agar kontraktor harus memiliki perencanaan yang lebih baik dan memperhitungkan waktu kerja agar proyek dapat selesai lebih cepat dari target.

“Kontraktor jangan hanya berfokus pada durasi yang panjang, tetapi harus ada upaya nyata untuk mempercepat pekerjaan,” tegas Amir.

Lebih jauh ia berharap, kontraktor segera merespons desakan ini dan menyelesaikan proyek tanpa menunda-nunda. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan keseharian warga dapat kembali normal tanpa hambatan.(Adv)

Penulis : Ir
Editor : Fsy