KLAUSANEWS, Bontang – Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 naik hingga Rp 3,3 triliun, perbaikan trotoar di Bontang Kuala, Jalan Pierre Tendean, tidak mendapat alokasi anggaran. Proyek yang telah lama dinantikan oleh warga ini pun kembali tertunda.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, menyayangkan hal ini. Menurutnya, meskipun anggaran daerah meningkat, tidak ada alokasi khusus untuk perbaikan trotoar yang rusak parah, terutama saat air laut pasang.
“Seharusnya anggaran daerah bisa menutupi kebutuhan tersebut. Menunggu BPJN terlalu lama, sementara kondisi trotoar sudah sangat rusak,” ujarnya pada Kamis (8/8/2024).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kebersihan (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo, menyatakan bahwa pada tahun 2025 hanya dua proyek utama yang akan diprioritaskan, yaitu perbaikan drainase di Jalan MT Haryono dan pemangkasan turunan RSUD Taman Husada Bontang.
Menurut Edy, dana yang tersedia lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), sesuai arahan dari Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Balikpapan. “Dengan anggaran yang terbatas, sebagian besar dana dialokasikan untuk proyek-proyek terkait IKN. Di Bontang, hanya ada dua proyek mendesak yang akan dilanjutkan,” jelasnya.(Adv)
Penulis : Ir
Editor : Fsy

