KLAUSANEWS, Bontang – Pengerjaan proyek drainase di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Bontang, terus menarik perhatian publik. Hal ini bukan hanya karena memicu kemacetan yang berkepanjangan, tetapi juga disebabkan oleh kinerja kontraktor yang dinilai kurang memadai oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Anggota DPRD, Agus Haris, mengaku sering menerima keluhan dari warga terkait kondisi lalu lintas yang semakin memburuk di sekitar proyek, yang dikenal dengan sebutan Jalan Tembus. Ia berpendapat bahwa keterlambatan penyelesaian pekerjaan disebabkan oleh kurangnya kompetensi dari pihak kontraktor.
“Banyak warga yang mengeluh kepada saya tentang kemacetan di Cipto Mangunkusumo, terutama saat pagi hari, hingga ada yang terlambat bekerja,” ujarnya kepada redaksi Kitamudamedia pada Senin (2/9/2024).
Agus Haris menilai bahwa kontraktor tidak mampu menangani proyek ini dengan baik. Ia menyebutkan bahwa seharusnya kontraktor menyelesaikan satu sisi jalan sebelum beralih ke sisi lainnya. Namun, kenyataannya, sisi jalan yang belum selesai hanya ditimbun tanah liat, membuatnya licin dan berbahaya saat hujan, sehingga memperparah kemacetan.
“Kontraktor seharusnya menyelesaikan satu sisi dulu. Ini yang menyebabkan kemacetan panjang, karena sisi yang belum selesai hanya ditimbun tanah liat, dan jadi licin saat hujan. Saya katakan, kontraktor ini tidak terlalu cakap dalam bekerja,” jelasnya.
Ia mendesak kontraktor untuk mempercepat pengerjaan dengan menambah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja menggunakan sistem shift. Saat ini, pekerjaan hanya dilakukan dari pagi hingga sore tanpa aktivitas malam, yang berkontribusi pada lambatnya progres proyek.
“Harus ada aktivitas malam agar pekerjaan tidak terhambat. Kalau saya lewat malam, tidak ada aktivitas di proyek, jadi progresnya lambat dan menimbulkan keluhan dari warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Edy Prabowo, menjelaskan bahwa proyek pembangunan Box Culvert di Jalan Cipto Mangunkusumo memang mengalami keterlambatan signifikan. Memasuki minggu ke-16, progres proyek tercatat 9,50 persen di bawah target, dan semakin buruk pada minggu ke-17 dengan progres 12,80 persen di bawah target.
“Dinas PUPR telah memberikan surat teguran dan melakukan rapat Show Cause Meeting (SCM) karena deviasi negatif semakin bertambah,” katanya.
Edy juga mengungkapkan bahwa pemancangan tiang mini akan dilakukan pada 4 September 2024, diikuti dengan pengecoran lantai box dan box culvert.
“Target penyelesaian box culvert di sebelah kiri adalah tanggal 27 September 2024. Namun, untuk sementara, kegiatan tidak bisa dilakukan secara paralel karena akan mengganggu pengguna jalan,” jelas Edy Prabowo. (Adv)
Editor : Redaksi

