Site icon KLAUSAMEDIA

Pemkot Bontang Tingkatkan Pendataan Stunting untuk Data yang Lebih Akurat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Bakhtiar Mabe

KLAUSANEWS, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya memperbaiki pendataan stunting demi mendapatkan hasil yang lebih akurat. Meskipun angka stunting dilaporkan mengalami penurunan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menjelaskan adanya perbedaan antara hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan data pengukuran berat badan.

“Menurut SKI, angka stunting di Bontang masih mencapai 27 persen. Namun, hasil dari pengukuran berat badan bisa menunjukkan angka yang berbeda,” ungkap Bahtiar beberapa Sabtu (12/10/2024).

Ia menekankan pentingnya data yang akurat untuk merancang langkah-langkah efektif dalam penanganan stunting. “Kami ingin setiap kebijakan yang diambil berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Bahtiar juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan dan puskesmas untuk melakukan validasi data. Ia berharap kolaborasi yang solid antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memperkuat proses pendataan dan membantu menurunkan angka stunting di Bontang.

“Kami masih dalam proses pendataan melalui beberapa rapat dengan semua OPD. Nanti, kita akan tentukan apakah akan menggunakan perhitungan SKI atau metode lainnya,” kata Bahtiar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung keberhasilan program ini. “Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan kesuksesan program penanganan stunting ini,” tutupnya. (Adv)

Reporter : Masyrifah

Editor : Redaksi