KLAUSANEWS, Samarinda – Berkonsep gaya hidup sehat serta pelestarian lingkungan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)Kalimantan Timur (Kaltim) ciptakan program baru dengan mengusung tema “Wisata Buah”.
Yudi Haryanto selaku Kepala Seksi Pengelolaan Stadion Utama, menerangkan bahwa program dengan mengusung tema wisata buah disusun guna menciptakan suasana wisata ramah keluarga agar cocok dikunjungi oleh masyarakat umum maupun komunitas-komunitas. Kawasan wisata dirancang untuk menyediakan tempat yang teduh dan sejuk untuk memudahkan berolahraga seperti jogging dan bersepeda.
“Kami ingin mengubah cara masyarakat memandang olahraga dan lingkungan alam. Melalui wisata buah, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan alam sambil beraktivitas fisik, seperti berjalan-jalan atau bahkan berkebun di area yang disediakan,” ujar Yudi, (2/11/2024).
Dalam program wisata buah ini, Dispora Kaltim menyediakan lahan khusus yang ditanami berbagai jenis buah lokal yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Selain sebagai destinasi rekreasi, wisata buah juga akan berfungsi sebagai sarana edukasi, di mana masyarakat dapat belajar tentang cara menanam dan merawat pohon buah.
Program wisata buat diharapkan mampu menyita partisipasi warga untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan lingkungan serta menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Program ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam serta menjalin hubungan antarwarga,” tambah Yudi.
Dispora Kaltim berharap melalui wisata buah ini masyarakat dapat mengetahui lebih jauh tentang jenis tanaman lokal dan pentingnya kelestarian lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan segar, alami, dan lokal.
Kedepannya Dispora Kaltim bertekad akan terus mengembangkan program wisata buah ini dengan menambahkan fasilitas pendukung serta melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaannya. Melalui kerjasama dengan komunitas setempat, Dispora Kaltim berharap wisata buah dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata yang berkelanjutan. (Adv/Dispora Kaltim)
Editor: Redaksi

