KLAUSANEWS, KUKAR – Pentingnya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama di pasar tradisional, menjadi perhatian utama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0906-05/Muara Jawa. Pada Kamis, 7 November 2024, Serka Bustamin terjun langsung ke Pasar Handil 2 di Kelurahan Muara Jawa Pesisir untuk pantau harga sembako. Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi fluktuasi harga barang-barang pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Serka Bustamin menjelaskan, pantau harga sembako sangat krusial untuk memastikan agar harga barang-barang kebutuhan dasar tetap terjangkau bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan harga sembako tetap stabil agar warga tidak terbebani dengan kenaikan yang terlalu tinggi,” ujar Bustamin. Ia juga mengingatkan para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara sepihak, yang dapat menambah beban ekonomi warga.
Edukasi Pasar dan Menjaga Kebersihan
Tidak hanya sekadar memantau harga sembako, Serka Bustamin juga memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat tentang pentingnya menjaga ketertiban serta kebersihan pasar. “Pasar yang bersih dan teratur membuat konsumen merasa nyaman. Ini juga akan meningkatkan transaksi jual beli,” tambahnya.
Upaya untuk menjaga kebersihan dan ketertiban pasar ini tak hanya berdampak positif pada kenyamanan berbelanja, tetapi juga meningkatkan daya tarik pasar itu sendiri. Pedagang dan konsumen menjadi lebih tertib dan menghargai lingkungan sekitar, yang akhirnya berdampak baik pada kelancaran kegiatan ekonomi.
Fokus Pemantauan Pada Kebutuhan Pokok
Barang-barang yang menjadi fokus utama dalam pantau harga sembako ini adalah beberapa bahan pokok yang sering kali mempengaruhi anggaran keluarga, seperti beras, minyak goreng, telur, dan sayuran. Harga barang-barang tersebut menjadi indikator utama dari kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Dengan rutin memantau harga, Babinsa berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga yang tiba-tiba.
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada warga, bahwa pemerintah selalu hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terjangkau,” tegas Serka Bustamin. Pemantauan harga sembako ini bukan hanya soal memeriksa angka, tetapi juga tentang menjalin komunikasi yang baik antara aparat, pedagang, dan konsumen untuk menciptakan iklim ekonomi yang sehat.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan, terutama menjelang hari-hari besar atau perayaan. Dengan adanya pemantauan harga yang intensif, diharapkan lonjakan harga bisa ditekan seminimal mungkin. Masyarakat pun dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan stabil.
Melalui langkah-langkah seperti ini, Babinsa menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga kestabilan harga sembako di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, harapan untuk terciptanya pasar yang adil, bersih, dan teratur dapat terwujud, memberikan kenyamanan serta kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Meta Mellinda

