Site icon KLAUSAMEDIA

Langkah Strategis Kukar Menuju Lumbung Pangan Kaltim: Bantuan Alsintan Tingkatkan Produktivitas Petani

KLAUSANEWS, Kutai Kartanegara – Sebuah babak baru dalam upaya mengembangkan sektor pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) dimulai. Pada Rabu (4/12), Bupati Kukar Edi Damansyah secara resmi menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani di Balai Benih Induk Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu. Program ini menjadi simbol nyata komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Sinergi Pemerintah untuk Pertanian Maju

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Kukar, dan Anggota DPR RI Budi Satrio yang mewakili Dapil Kalimantan Timur. Budi, yang dikenal fokus pada isu pertanian, mendukung penuh visi Kukar sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur.

Bantuan tersebut mencakup berbagai jenis peralatan modern, seperti 15 unit hand tractor G 3000, 3 unit combine harvester RG118, 62 unit hand sprayer, 19 unit mesin pompa air, dan satu unit traktor roda empat. Semua ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

“Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mendorong pertanian yang lebih maju. Bantuan Alsintan diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam mencapai target produksi yang lebih tinggi,” ujar Edi.

Mendukung Kemandirian Pangan

Program ini juga selaras dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam menciptakan kemandirian pangan nasional. Edi menegaskan bahwa penguasaan teknologi modern menjadi kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut. Ia berharap, dengan memanfaatkan bantuan ini, petani di Kukar dapat mengolah lahan secara lebih efisien dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.

“Semoga dengan teknologi ini, pekerjaan petani menjadi lebih mudah dan produktivitas meningkat. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Kukar sebagai pusat pertanian modern di Kalimantan Timur,” tambah Edi.

Tantangan Infrastruktur Pengairan

Meski begitu, Edi mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam sektor pertanian Kukar adalah infrastruktur pengairan yang masih dalam proses perbaikan. Pemkab Kukar telah bekerja sama dengan Kodim 0906 Kukar dan Kodim 0908 Bontang melalui program Karya Bhakti TNI untuk membangun sumur, normalisasi sungai, serta memperbaiki saluran irigasi.

“Penyelesaian infrastruktur pengairan menjadi prioritas kami agar para petani dapat memaksimalkan lahan mereka. Kerja bersama ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih baik di Kukar,” jelas Edi.

Komitmen Kukar untuk Masa Depan Pertanian

Penyerahan Alsintan dari APBN Tahun Anggaran 2024 ini diharapkan memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok tani padi sawah. Program ini tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga menjadi katalisator peningkatan produksi padi di Kukar.

Edi juga menggarisbawahi bahwa pertanian adalah prioritas utama dalam pembangunan daerah. “Program ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian adalah sektor strategis bagi Kukar. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait, masa depan Kukar sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur akan segera terwujud,” tutup Edi penuh optimisme.

Dengan langkah ini, Kukar tidak hanya menatap masa depan sebagai lumbung pangan Kaltim, tetapi juga menjadi model pembangunan pertanian berbasis teknologi di Indonesia.