Site icon KLAUSAMEDIA

Pensiunan Pupuk Kaltim Gelar Aksi, Tuntut Hak Pensiun Seumur Hidup

KLAUSANEWS, Bontang– Ratusan pensiunan PT Pupuk Kaltim menggelar aksi demonstrasi di Jalan Oxigen, Kompleks Pupuk Kaltim, Kelurahan Guntung, Sabtu (7/12/2024). Mereka menuntut pemulihan hak Manfaat Pensiun Seumur Hidup (MPS) yang sebelumnya hilang akibat restrukturisasi polis Jiwasraya.

Aksi ini diikuti oleh sekitar 150 pensiunan dari berbagai daerah, termasuk Samarinda, Balikpapan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Para pensiunan mengacu pada Surat Menteri BUMN Nomor S-214/MBU/03/2021 yang disebut sebagai dasar hukum pemulihan hak tersebut.

“Ini uang kami, hasil kerja selama 30 tahun. Kami tidak meminta belas kasihan, hanya menuntut hak kami,” tegas Yoilos Rafli, penanggung jawab aksi.

Menurut Yoilos, kebangkrutan Jiwasraya berdampak besar pada para pensiunan. Sistem pensiun yang sebelumnya berlaku seumur hidup kini dibatasi waktu, sehingga banyak yang kehilangan sumber penghidupan utama.

“Kami sudah menunggu lebih dari tiga tahun tanpa ada langkah nyata dari perusahaan. Pupuk Kaltim adalah satu-satunya anak perusahaan BUMN yang belum memulihkan hak pensiun karyawannya,” ungkapnya.

Yoilos juga menyoroti kontribusi besar para pensiunan terhadap kesuksesan PT Pupuk Kaltim.

“Kami bekerja sejak perusahaan ini berdiri pada 1975, ketika kondisinya masih sangat sederhana. Ironis jika sekarang hak kami diabaikan,” tambahnya.

Sebelumnya, Yoilos mengaku sempat bertemu dengan Direktur PT Pupuk Kaltim pada Jumat (6/12/2024) untuk membahas tuntutan ini. Namun, pertemuan tersebut berakhir tanpa solusi.

Saat dikonfirmasi, VP Komunikasi Korporat PT Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyatakan perusahaan masih mempersiapkan respons terkait tuntutan tersebut.

“Terima kasih atas pertanyaannya. Mohon waktu karena kami sedang fokus pada persiapan rangkaian acara HUT,” ujar Anggono melalui pesan singkat.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa para pensiunan yang dulu berjasa besar bagi perusahaan kini menghadapi ketidakpastian. Hingga saat ini, mereka masih menunggu langkah konkret dari PT Pupuk Kaltim untuk memenuhi tuntutan mereka.

Reporter: Masyrifah
Editor: Aisyah