KLAUSAMEDIA, Kutim – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa di APBD Perubahan 2025 tidak ada pembangunan sekolah baru yang dilaksanakan. Hal ini disebabkan oleh sempitnya waktu pelaksanaan program pembangunan di akhir tahun.
Tak hanya itu, tantangan cuaca dan ketersediaan material konstruksi pembangunan juga menjadi faktor penghambat.
Oleh karena itu, di APBD Perubahan ini, yang dilaksanakan hanya rehabilitas sekolah dan pembangunan ruang kelas baru (RKB).
“Ditahun Depan baru ada pembangunan, seperti di Gunung Kudung, tahun ini tidak bisa karena waktunya sempit,” kata Mulyono.
Mulyono menambahkan bahwa prioritas utama Disdikbud Kutim saat ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. Dengan demikian, rehabilitas sekolah dan pembangunan RKB menjadi fokus utama.
Rehab, pembangunan RKB dan pembangunan sarana sekolah yang dilakukan, diambil dari data hasil inventarisasi kekurangan dan kebutuhan masing-masing sekolah SD dan SMP di 18 Kecamatan.
Banyak diantaranya meminta perbaikan gendung, sarana lapangan dan fasilitas lainnya.
Namun menurut Mulyono, realisasi seluruh permintaan sekolah dilakukan bertahap, mengingat banyak faktor yang harus dibiayai.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan menyiapkan anggaran untuk mendukung program-program pendidikan sesuai instruksi Undang-Undang, regulasi pusat yakni 20 persen dari APBD diarahkan ke pendidikan.
Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat dari program Dinas Pendidikan, seperti beasiswa dan seragam gratis.
” Ini komitmen Disdikbud Kutim untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim dan membantu masyarakat,” tuturnya. (ADV)

