KLAUSAMEDIA, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama DPRD menyepakati Kebijakkan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan APBD Kabupaten Kutim Tahun Anggaran 2026.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang digelar dalam Rapat Paripurna Gedung DPRD Kutim, Jumat (21/11/2025).
Bupati Kutim Ardiansyah mengatakan, proyeksi pendapatan didasarkan pada asumsi dasar kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah yang menjadi acuan penyusunan prioritas plafon anggaran sementara.
“Prioritas untuk pembangunan, sekitar 60 persen,” kata Bupati kepada media ini.
Proyeksi pendapatan sebesar Rp5,73 Triliun, dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp435 miliar, Pendapatan Transfer Rp5,21 miliar dan Pendapatan Lain Yang Sah sebesar Rp91,9 miliar.
Salah satu komitmen untuk pembangunan, dibuktikan dengan kesepakatan Kegiatan Tahun Jamak atau multi years contract (MYC) 2026-2027 dengan nilai Rp 1,08 triliun. Program-program terarah langsung dirasakan masyarakat, Pembangunan pada kegiatan subsektor intelektual, dengan berbagai pelatihan.
Pemberian jaminan kepada pekerjaan rentan dan bantuan pendidikan serta bantuan UMKM juga menjadi prioritas.
“Kami ingin program-program ini dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Ardiansyah.
Dengan kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan di Kutim.
“Kami akan terus bekerja sama dengan DPRD untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kutim,” kata Ardiansyah.
Rapat Paripurna ini dihadiri oleh 27 anggota DPRD Kutim dan pejabat Pemkab Kutim. Kesepakatan ini merupakan langkah awal untuk menyusun APBD 2026 yang lebih baik.
Dengan demikian, masyarakat Kutim dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Kutim.
“Kami ingin masyarakat Kutim dapat hidup lebih baik,” kata Ardiansyah.
Pemkab Kutim juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembangunan di daerah ini. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas infrastruktur.
Dengan kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan di Kutim yang sekarang terus berproses.
“Kita akui, pembangunan kita belum sepenuhnya merata, tapi kita lakukan bertahap,” tuturnya. (ADV)

