KLAUSAMEDIA, Kutim– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan bahwa starlink internet sekolah gratis adalah aset Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim. Hal ini dikatakan Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma saat ditemui awak media.
Dikatakannya, jika starlink yang terpasang 191 sekolah dan 36 pemasangan baru masih aset pemerintah khususnya Diskominfo Staper. Disdikbud dan sekolah dalam melanjutkan pembiayaan internet gratis dari bulan April 2026 menggunakan skema belanja habis pakai.
“Itu masih aset Diskominfo, karena kuota data yang dibeli sekolah masuk kategori belanja habis pakai,” kata Irma.
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim terus meningkatkan sasaran penerima manfaat jaringan internet gratis. Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, menyatakan bahwa starlink internet gratis sekolah masih merupakan aset Diskominfo Kutim.
Setelah menambah 36 unit starlink di APBD Perubahan 2025, kini jumlah starlink internet sekolah gratis berjumlah 227 unit. “Semua starlink masih aset Diskominfo, untuk sementara beberapa sekolah mempertanyakan apakah bisa menjadi aset sekolah,” kata Ronny.
Diskominfo Staper Kutim masih mencari regulasi untuk menghibahkan starlink dengan berkonsultasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim. “Kami masih koordinasi dulu dengan disdikbud, untuk sementara starlink masih milik Diskominfo Kutim,” tambah Ronny.
Bantuan internet sekolah gratis ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pendidikan Pemkab Kutim pada anak-anak. Disdikbud Kutim telah menaikkan kuota internet menjadi 2 terabyte (TB).
“Ini bentuk perhatian kita pada pendidikan, dan ini merupakan salah satu program unggulan Bupati,” kata Ronny.
Dengan demikian, Disdikbud Kutim dan Diskominfo Staper Kutim terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa program internet sekolah gratis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswa di Kutim.
Program internet sekolah gratis ini juga merupakan salah satu upaya Pemkab Kutim untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Dengan adanya program ini, siswa-siswa di Kutim dapat mengakses informasi dan sumber belajar online dengan lebih mudah dan cepat.
Diskominfo Staper Kutim dan Disdikbud Kutim akan terus memantau program internet sekolah gratis ini dan memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan lancar. (ADV)

