Site icon KLAUSAMEDIA

Disdikbud Kutim Usulkan Anggaran Untuk Insentif Guru Honorer Rp 96 Miliar

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma

KLAUSAMEDIA, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperhatikan kesejahteraan guru honorer melalui insentif. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Irma Yuwinda, mengatakan bahwa meskipun rekrutmen ASN dan P3K terbatas, guru honorer tetap diperhatikan kesejahteraannya.

“TKD untuk honorer sampai saat ini masih ada. Tahun 2026, kami mengajukan sekitar Rp 96 miliar untuk insentif guru honorer,” ungkap Irma.

Irma menambahkan bahwa guru swasta pun termasuk dalam penerima insentif, sehingga distribusi tunjangan tidak hanya bagi guru honorer negeri.

Pemberian insentif guru berdasarkan zona lokasi, mulai dari yang paling dekat hingga wilayah terjauh, seperti Busang dan Karangan, yang nilainya lebih tinggi.

“tidak hanya guru honorer saja yang dapat tunjangan kinerja daerah, guru-guru swasta juga dapat, kita juga sudah ajukan dana untuk tahun 2026, tentu sudah termasuk juga guru swasta,” jelas Irma.

Untuk jumlahnya sesuai zona ya dari yang terdekat itu di sangatta utara, sampai yang terjauh seperti sekitaran Busang atau Krangan, ” tambah Irma.

Irma berharap bahwa dengan adanya insentif ini, guru honorer dan swasta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim.

Pemerintah daerah juga berharap bahwa dengan adanya insentif ini, dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan swasta.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Kesejahteraan guru honorer dan swasta merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim. (ADV)