KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memulai proses verifikasi terhadap 15 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai calon penerima program sekolah rakyat Kutim. Program ini merupakan bagian dari upaya memberikan akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan prosedur verifikasi dan validasi sebelum data tersebut diajukan ke Kementerian Sosial.
“Kami akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap 15 ribu anak, untuk bersedia masuk sekolah rakyat yang merupakan program Kementerian Sosial RI,” ujarnya di Sangatta.
Program sekolah rakyat Kutim menyasar anak dari kategori desil satu dan dua dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini dirancang pemerintah pusat untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Dalam program sekolah rakyat Kutim, seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah pusat, mulai dari pakaian seragam, peralatan, hingga tempat tinggal di asrama. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menghilangkan hambatan biaya sehingga anak-anak bisa terus melanjutkan pendidikan tanpa kekhawatiran finansial.
Dengan adanya program sekolah rakyat Kutim, diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan membantu mereka mencapai cita-cita mereka. (ADv)

