KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memutuskan untuk tidak melanjutkan Program Kartu Bontang Pintar (KBP). Sebagai gantinya, Pemkot akan memfokuskan anggaran pada program bantuan perlengkapan sekolah gratis yang dinilai lebih langsung dirasakan siswa dan orang tua.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas dan efisiensi program pendidikan.
“Kami memilih program yang manfaatnya lebih konkret. Daripada bantuan tunai yang fungsinya tumpang tindih, lebih baik kita berikan perlengkapan sekolah secara langsung,” ujar Neni, Selasa (21/4/2026).
Menurut Neni, Kartu Bontang Pintar yang direncanakan sebagai bantuan tunai memiliki tujuan yang hampir sama dengan program bantuan seragam, sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya yang sudah berjalan. Jika dibiarkan berjalan bersamaan, dikhawatirkan terjadi pemborosan anggaran.
“KIP pusat memberi sekitar Rp350 ribu per siswa per tahun. Sementara bantuan perlengkapan yang kita berikan nilainya mencapai Rp1 juta per siswa. Jelas lebih besar dan lebih terarah,” jelasnya.
Neni menegaskan bahwa pembatalan KBP bukan berarti mengurangi perhatian terhadap pendidikan, melainkan justru upaya memaksimalkan manfaat anggaran agar lebih tepat sasaran. Program perlengkapan sekolah gratis dinilai lebih efektif karena siswa langsung mendapatkan barang yang dibutuhkan, bukan hanya uang yang rawan penggunaan tidak tepat.
“Dengan cara ini, anak-anak kita benar-benar terbantu. Mereka bisa datang ke sekolah dengan lengkap dan nyaman, tanpa membebani orang tua,” tambahnya.
Pemkot Bontang tetap berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dengan tetap menjaga efisiensi dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. (adv)
Editor : Redaksi

