Site icon KLAUSAMEDIA

Buruh Bontang Dapat Sinyal Kenaikan UMK 2027

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di halaman parkir DPMPTSP Bontang, Jumat (1/5/2026).

KLAUSAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai menyiapkan formulasi kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2027. Wacana itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di halaman parkir DPMPTSP Bontang, Jumat (1/5/2026).

Di hadapan para buruh, Neni menyebut pembahasan kenaikan UMK akan dilakukan melalui komunikasi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Selain soal upah, Neni juga menyinggung penurunan angka pengangguran di Bontang. Menurutnya, jumlah pengangguran turun dari sekitar 10 ribu menjadi 6 ribu jiwa.

“Alhamdulillah, angka pengangguran kita turun dari 10 ribu menjadi 6 ribu jiwa. Ini hasil kerja keras bersama melalui berbagai program, termasuk optimalisasi perda tenaga kerja yang mewajibkan 75 persen pekerja berasal dari warga lokal,” ujarnya.

Ia mengatakan capaian tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Pemkot Bontang dijadwalkan menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri pada Selasa (5/5/2026).

Pemkot Bontang juga mengklaim cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai lebih dari 98 persen, termasuk bagi pekerja rentan.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano mengimbau buruh menjaga situasi tetap kondusif selama peringatan May Day. Ia meminta persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui dialog.

“Kami mengimbau agar setiap permasalahan diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman bagi semua pihak,” katanya.

Peringatan May Day 2026 di Bontang mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”. Kegiatan diisi dengan senam sehat, jalan santai, donor darah, dan pembagian doorprize. (Adv)

Redaksi