Site icon KLAUSAMEDIA

Pemerataan Kualitas Pendidikan, Pemkot Bontang Siapkan Program Bantuan Laptop Bagi Guru Swasta

KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mempertegas komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan secara inklusif dan tanpa diskriminasi. Setelah sukses memenuhi kebutuhan fasilitas digital bagi seluruh guru di sekolah negeri, Pemkot Bontang kini mulai menyiapkan lompatan strategis berikutnya: memperluas jangkauan program bantuan laptop gratis untuk menyasar para guru di sekolah swasta.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap dedikasi para pendidik non-negeri yang memiliki andil besar dalam mencetak generasi emas Kota Taman.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa komitmen pemenuhan mandatory spending alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBD akan dimaksimalkan untuk menyentuh seluruh satuan pendidikan di Bontang.

“Guru sekolah negeri sebelumnya sudah mendapatkan bantuan laptop secara menyeluruh. Ke depan, kami juga akan mengupayakan hal yang sama bagi rekan-rekan guru swasta. Kami ingin kualitas fasilitas mengajar di Bontang merata,” ujar Wali Kota Neni, Sabtu (2/5/2026).

Rencana perluasan bantuan fasilitas digital ini akan segera dibahas secara intensif dan mendalam bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Langkah transparan ini diperlukan untuk memetakan kekuatan serta kemampuan fiskal daerah secara presisi sebelum program resmi direalisasikan di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan kesiapan penuh instansinya untuk mengawal dan mengeksekusi arahan taktis kepala daerah tersebut.

“Secga prinsip kami dari Disdikbud siap melaksanakan program ini, namun pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang ada. Pembahasan detailnya akan segera bergulir bersama tim anggaran,” jelas Abdu Safa.

Program pengadaan laptop ini dinilai vital dalam mendukung digitalisasi sekolah dan mempermudah para guru dalam menyusun administrasi pembelajaran, mengakses platform kurikulum terbaru, hingga menciptakan metode mengajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

Disdikbud Bontang menambahkan, seluruh tahapan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar postur anggaran tetap sehat dan program berjalan tepat sasaran.

Melalui rencana pengadaan laptop bagi ribuan guru swasta ini, Pemkot Bontang membuktikan bahwa modernisasi pendidikan bukan hanya milik sekolah negeri, melainkan sebuah gerakan menyeluruh demi mewujudkan visi Bontang Pintar yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan. (Adv)

Editor : Redaksi