Site icon KLAUSAMEDIA

Dilirik Investor, Pemkot Bontang Seleksi Pengelolaan Pariwisata Pulau Beras Basah

Foto : Destinasi wisata pulau Beras Basah.

KLAUSAMEDIA, BONTANG – Iklim investasi di sektor pariwisata Kota Bontang semakin bergairah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi membuka peluang kerja sama strategis dengan pihak ketiga untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari unggulan, Pulau Beras Basah. Langkah ini langsung mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha, terbukti dengan masuknya lima investor yang bersiap menanamkan modal dan berebut hak pengelolaan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan bahwa para investor ini nantinya harus melewati proses seleksi yang ketat dan kompetitif sebelum resmi menjadi mitra pemerintah daerah.

“Sudah ada lima pihak swasta yang berminat, tetapi saat ini masih dalam proses awal. Mereka nanti harus melalui tahap presentasi dan kontestasi,” ujar Eko Mashudi, beberapa waktu lalu.

Masuknya para investor ini diproyeksikan mampu membawa perubahan besar bagi wajah pariwisata Bontang. Setiap calon pengelola diwajibkan mempresentasikan proposal bisnis, rencana pengembangan kawasan, hingga jaminan peningkatan kualitas pelayanan bagi wisatawan secara kompetitif.

Eko menjelaskan, pelibatan investasi swasta ini sangat diperlukan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang selama ini membuat pengawasan dan pelayanan di Pulau Beras Basah belum berjalan optimal. Dengan hadirnya investor profesional, manajemen operasional di lapangan akan diperkuat secara masif. Jaringan tenaga operasional baru akan disiapkan secara terstruktur, mulai dari petugas keamanan kawasan, pengawas keselamatan aktivitas wisatawan (lifeguard), hingga petugas kebersihan khusus yang menjamin kelestarian ekosistem pulau.

Tingginya antusiasme investor dalam melirik potensi Pulau Beras Basah sempat memicu dinamika di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Eko Mashudi meluruskan persepsi dan memberikan jaminan bahwa kerja sama ini murni berbasis pemanfaatan aset daerah yang saling menguntungkan.

“Jangan salah paham ya, kami serahkan pengelolaannya ke investor bukan berarti kami menjual Pulau Beras Basah. Banyak masyarakat yang keliru mengartikan skema ini,” tegasnya meluruskan.

Proses penetapan mitra investasi ini dipastikan berjalan transparan dan melibatkan lintas instansi secara ketat demi mengamankan legalitas serta kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Seluruh tahapan seleksi dan rekam jejak para investor ini nantinya akan kami laporkan secara detail kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelum keputusan final ditetapkan,” pungkas Eko.

Lewat masuknya investasi profesional ini, Pemkot Bontang optimis Pulau Beras Basah akan naik kelas menjadi destinasi wisata yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga memiliki fasilitas dan pengamanan prima bagi para pelancong domestik maupun mancanegara. (Adv)

Editor : Redaksi