Site icon KLAUSAMEDIA

Siapkan Generasi Emas di Era Digital, Wali Kota Bontang Dorong Guru PAUD Raih Gelar S1

Foto : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

KLAUSAMEDIA, BONTANG – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam membangun pondasi pendidikan yang kokoh sejak usia dini terus diperkuat. Menghadapi tantangan transformasi teknologi yang kian masif, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendorong seluruh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Taman untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya hingga jenjang Strata 1 (S1).

Visi besar tersebut disampaikan oleh Wali Kota dalam agenda Dialog Pendidikan PGRI 2026 yang dihadiri oleh ratusan tenaga pendidik serta pemangku kepentingan pendidikan se-Kota Bontang pada Rabu (20/5/2026). Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk melahirkan generasi emas yang adaptif terhadap kemajuan zaman.

Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan bahwa fase usia dini merupakan golden age atau masa keemasan bagi perkembangan mental, karakter, dan motorik anak. Oleh karena itu, profesi guru PAUD tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Diperlukan kompetensi ilmiah yang matang dan pemahaman mendalam mengenai psikologi anak agar stimulasi yang diberikan di sekolah berjalan optimal.

“Guru PAUD memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak sejak dini. Untuk itu, kapasitas diri harus terus di-upgrade. Ke depan, kami berharap seluruh guru PAUD di Bontang sudah bergelar S1 agar kualitas pendidikan kita semakin baik dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Wali Kota.

Di era digital seperti saat ini, dunia pendidikan dituntut untuk bergerak cepat. Pola pengajaran konvensional secara bertahap harus dikolaborasikan dengan media pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi. Melalui pendidikan formal di bangku kuliah S1, para guru PAUD dibekali metodologi modern yang adaptif terhadap tren tersebut.

Peningkatan kualifikasi ini dinilai esensial untuk memperkuat profesionalisme profesi guru, sekaligus secara langsung mendongkrak indeks daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Bontang sejak usia belia.

“Transformasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Guru di era sekarang dituntut mampu beradaptasi dan mengemas pola pembelajaran yang menyenangkan serta interaktif berbasis teknologi bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, Wali Kota mengajak seluruh insan dan elemen pendidikan di Kota Bontang untuk menyatukan visi dan memberikan dukungan penuh terhadap program penguatan mutu pendidikan daerah ini.

Pemerintah Kota Bontang meyakini, dengan hadirnya tenaga pendidik PAUD yang profesional, sejahtera, dan berwawasan luas, ruang kelas akan berubah menjadi tempat bermain sekaligus belajar yang inklusif. Hal ini menjadi modal utama Bontang dalam mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara karakter. (Adv)

Jurnalis : Yulia.C | Editor : Redaksi