KLAUSAMEDIA, BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat. Sinergi lintas sektor ini disinergikan secara taktis guna membentengi institusi keluarga dari ancaman nyata penyalahgunaan narkotika.
Langkah konkret ini dimatangkan melalui kunjungan strategis jajaran BNN ke Kantor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Bontang. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto, bersama tim ahli BNN untuk menyelaraskan berbagai program yang berfokus pada ketahanan keluarga, layanan konseling, serta penggerakan peran aktif masyarakat.
Salah satu agenda utama yang disepakati adalah pemanfaatan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan edukasi parenting bagi orang tua siswa kelas 1. Program ini direncanakan berjalan rutin dua kali dalam sebulan, dengan menyasar SD 006 dan SD 003 sebagai pilot project, serta melibatkan 3 hingga 6 rombongan belajar (rombel) di tingkat SMP.
“Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dan utama. Melalui edukasi pola asuh yang tepat saat anak mulai memasuki lingkungan sekolah baru, kita dapat memutus potensi penyalahgunaan narkotika sejak dini dari rumah,” ungkap pihak DP3AKB Bontang.
Selain menyasar sekolah, BNN bersama DP3AKB juga menyiapkan agenda khusus bertajuk “Parenting Healing: Peluk Luka, Mengasuh dengan Cinta” di Perpustakaan Parenting. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang refleksi bagi para orang tua untuk membangun pola asuh yang sehat, penuh empati, dan terhindar dari perilaku kekerasan.
Cetak 72 Fasilitator Berbasis Kader PPKBK
Guna memastikan program pencegahan menyentuh akar rumput di tingkat RT, penguatan peran komunitas terus digenjot. Komunitas keluarga bernama “Rangkul Relawan Keluarga Kita” yang telah berjalan sebanyak 8 sesi akan terus dikembangkan.
Ke depan, BNN dan DP3AKB berencana melatih 72 calon fasilitator yang direkrut dari jajaran Sub-Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBK) serta kader lainnya. Para kader ini nantinya akan dibekali keahlian khusus untuk memfasilitasi berbagai kegiatan edukasi parenting secara mandiri di wilayahnya masing-masing.
Sinergi ini juga mencakup aspek pemulihan dan penanganan kelompok rentan. Melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), BNN akan menerapkan sistem rujukan bagi klien anak yang berada di bawah penanganan mereka untuk mendapatkan layanan edukasi dan konseling psikologis mendalam di PUSPAGA.
Melalui kolaborasi erat dan terintegrasi antara DP3AKB, BNN, dan PUSPAGA ini, Pemerintah Kota Bontang optimis dapat mewujudkan keluarga yang tangguh, tanggap, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitar. (Adv)
Editor : Redaksi

