KLAUSAMEDIA, Bontang – Menjelang pelaksanaan Muscab IX HIPMI Bontang, pengusaha media Ahmad Nugraha resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum BPC HIPMI Bontang, Senin (22/6/2026).
Nugrah menjadi pendaftar pertama yang mengambil formulir di Sekretariat Panitia Muscab IX HIPMI Bontang berlokasi di Cafe Keluar Main, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.
Kedatangannya disambut langsung Ketua Steering Committee (SC) Muscab IX HIPMI Bontang, Sudirman Saddu.
Mengusung visi “HIPMI Berdampak”, Nugrah menilai organisasi pengusaha muda tersebut harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar menjadi wadah seremonial atau ajang menunjukkan eksistensi.
“HIPMI bukan tempat untuk gagah-gagahan saja. HIPMI tidak boleh hanya hadir saat musyawarah cabang atau kegiatan tertentu. Organisasi ini harus memberi dampak nyata,” tegas Nugrah.
Menurutnya, selama dua periode aktif sebagai pengurus HIPMI, ia melihat organisasi tersebut belum melakukan akselerasi secara maksimal dalam menjalankan peran strategisnya.
“Berangkat dari keresahan selama dua periode saya ber-HIPMI, saya melihat organisasi ini masih berjalan di tempat. Padahal potensi yang dimiliki sangat besar dan harus segera diorkestrasi untuk mendorong percepatan ekonomi,” timpalnya.
Ia menilai Bontang memiliki kekuatan besar melalui para pelaku usaha yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, ekonomi kreatif, aplikasi digital, media, hingga jasa lainnya. Keberagaman sektor tersebut seharusnya dapat menjadi modal utama untuk menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Pengusaha HIPMI berasal dari berbagai bidang. Nah, potensi ini bisa disinergikan dan akan tercipta peluang ekonomi yang lebih besar. HIPMI harus menjadi wadah yang mampu menghubungkan dan menggerakkan seluruh potensi tersebut,” katanya.
Nugrah juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, HIPMI harus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui penguatan ekonomi lokal.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen. HIPMI harus memiliki langkah strategis dan taktis agar para pengusaha muda bisa saling bahu-membahu mendukung target itu,” ujarnya.
Ia melihat perkembangan sektor ekonomi kreatif di Bontang mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Sektor kuliner dan food and beverage (F&B), misalnya, terus mengalami pertumbuhan dan menjadi alternatif penopang ekonomi selain sektor industri.
“Dulu ekonomi Bontang sangat bergantung pada sektor industri. Sekarang sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner dan F&B, mulai berkembang pesat dan menjadi penopang baru pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Jika mendapat amanah memimpin HIPMI Bontang, Nugrah mengaku akan fokus pada pendataan potensi anggota dan membangun kolaborasi antar pelaku usaha agar tercipta ekosistem bisnis yang saling mendukung.
“Langkah pertama adalah memetakan seluruh potensi anggota HIPMI. Kita harus tahu siapa bergerak di bidang apa, lalu menciptakan kolaborasi yang saling menguatkan. HIPMI harus menjadi jembatan yang menghubungkan satu usaha dengan usaha lainnya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga berkomitmen memperkuat peran HIPMI dalam mendorong UMKM naik kelas melalui sinergi dengan pelaku usaha yang bergerak di sektor teknologi, media, maupun ekonomi kreatif.
“Saya ingin HIPMI benar-benar hadir sebagai mitra pemerintah dan rumah besar para pengusaha muda. Organisasi ini harus mampu melahirkan program yang berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat,” katanya.
Nugrah turut mengajak para pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk insan media, untuk bergabung dan aktif dalam HIPMI.
“Saya ingin mengajak teman-teman media dan pelaku usaha lainnya untuk bersama-sama membangun HIPMI. Kita memiliki pemahaman yang baik tentang kondisi daerah dan bisa berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi Bontang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua SC Muscab IX HIPMI Bontang, Sudirman Saddu, menyebut hingga saat ini Nugrah menjadi satu-satunya kandidat yang telah mengambil formulir pendaftaran.
“Saat ini baru satu orang yang mengambil formulir, yaitu saudara Ahmad Nugraha. Masa pengambilan formulir masih berlangsung hingga 24 Juni 2026,” kata Sudirman.
Ia menjelaskan bahwa seluruh bakal calon nantinya akan mengikuti tahapan verifikasi administrasi sesuai ketentuan organisasi.
“Persyaratan utama calon Ketua Umum BPC HIPMI Bontang antara lain telah mengikuti Diklatcab HIPMI, berusia maksimal 41 tahun, dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50 juta,” jelasnya.
Tahapan pengambilan formulir dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Juni 2026. Selanjutnya, pengembalian formulir dilakukan pada 27–30 Juni 2026 sebelum memasuki proses verifikasi berkas.
Adapun pelaksanaan Muscab IX HIPMI Bontang dan pelantikan ketua umum terpilih masih menunggu penetapan jadwal final setelah koordinasi dengan BPD HIPMI Kalimantan Timur. (*)
Jurnalis : Yay
Editor : Redaksi

