KLAUSAMEDIA.COM, BONTANG — Minimnya informasi di tengah masyarakat soal Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) dinilai DPRD Bontang menjadi penghambat utama warga Bontang dalam mengakses pendidikan kesetaraan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengajak masyarakat untuk menggali informasi lebih dalam terkait SPNF SKB, dimana seluruh program pembelajaran di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) sebenarnya diakses secara gratis tanpa biaya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menegaskan bahwa seluruh program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Bontang dapat diakses secara cuma-cuma oleh masyarakat. Masih banyak keliru di tengah warga yang mengira jalur pendidikan alternatif ini dipungut biaya.
“Masih ada masyarakat yang mengira sekolah nonformal itu berbayar atau kualitasnya tidak setara. Padahal di SPNF SKB, warga yang ingin melanjutkan pendidikan bisa masuk tanpa dipungut biaya sedikit pun,” tegas Saeful Rizal.
Menurut Saeful, keterbatasan informasi dan pemahaman masyarakat menjadi kendala utama mengapa fasilitas pendidikan gratis dari pemerintah ini belum termanfaatkan secara maksimal, terutama bagi warga yang sempat putus sekolah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia meminta pemerintah kota bersama pengelola sekolah lebih gencar melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT. Saeful bahkan berkomitmen ikut mengampanyekan program-program SPNF SKB melalui saluran media sosial pribadinya agar jangkauan informasinya kian luas.
Di samping mendorong pemerataan akses informasi, ia juga mengapresiasi deretan prestasi yang berhasil diukir SPNF SKB Kota Bontang. Kualitas dan rekam jejak tersebut dinilainya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal memiliki standar mutu yang sangat baik.
“SPNF SKB ini punya potensi besar dan prestasinya sudah banyak. Tinggal bagaimana informasinya disebarkan lebih luas agar masyarakat tahu bahwa ada layanan pendidikan berkualitas yang sepenuhnya gratis,” pungkasnya.(*)
Editor : Redaksi

