KLAUSANEWS, Bontang – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Amir Tosina, kembali menyoroti masalah ketersediaan air bersih di Kota Taman.
Krisis air baku semakin mengancam daerah industri ini. Berdasarkan hasil Analisis Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri – Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) pada tahun 2006, kebutuhan air penduduk Bontang mencapai 15 juta liter kubik per tahun.
Sementara itu, air bawah tanah di daerah yang memiliki semboyan Bessai Berinta ini diperkirakan akan habis dalam 20 tahun ke depan. Artinya, Bontang akan mengalami puncak kekurangan air bersih dalam kurun waktu dua tahun lagi, tepatnya pada tahun 2026.
Atos, sapaan akrab Amir Tosina, mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam memastikan pemanfaatan Waduk Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak pembahasan lima tahun lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi.
“Belum ada tanda-tanda atau bayangan kapan air baku bisa dinikmati warga. Sampai kini masih nihil, progres Waduk Marangkayu juga belum ada kejelasan,” ujarnya dengan lantang pada Senin (29/7/24) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Amir Tosina mengingatkan sejawatnya di DPRD Bontang untuk terus mengawal persoalan mendesak ini hingga benar-benar terwujud. Mengingat masa jabatannya akan berakhir kurang dari dua minggu lagi.
Tidak hanya mengimbau koleganya, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini juga menegaskan kepada Pemkot Bontang untuk bertindak cepat dan tepat agar masyarakat tidak resah karena belum ada kepastian air baku di Bontang ke depan.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menuturkan bahwa pemanfaatan sumber air baku Bendungan Marangkayu mengalami kendala. Sehingga ia belum bisa memastikan perihal penyediaan air bersih bagi warga Bontang.
Namun demikian, Pemkot Bontang terus mengupayakan berbagai cara agar bisa terus memenuhi kebutuhan air bersih layak konsumsi bagi masyarakat luas.
“Yang paling memungkinkan untuk direalisasikan dengan cepat adalah air bekas tambang IMM. Saya sudah bertemu konsultan dan pelaksana proyeknya, akhir Desember bisa direalisasikan. Sementara ini masih kita upayakan,” pungkasnya.(Adv)
Penulis: Ir
Editor : Fsy




