KLAUSAMEDIA, Kutim – Kabid Kerjasama Desa DPMDes, Zainal Abidin, mengatakan bahwa anggaran program kegiatan Bidang Kerja Sama Desa DPMDes Kutim tahun depan sangat minim dengan perkiraan anggaran di bawah Rp 200 juta.
“Kemungkinan hanya Rp 100 jutaan, ” katanya.
“Meski anggaran terbatas, kami optimis program ini tetap berjalan,” tambah Zainal.
Menurutnya, tupoksi Bidang Pemberdayaan Desa adalah sosialisasi dan membangun mitra kerja sama untuk desa.
Zainal menjelaskan bahwa DPMDes akan mendampingi seluruh proses, mulai dari MOU hingga pelaksanaan kegiatan, agar manfaatnya maksimal bagi masyarakat.
“Prioritas kami adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Zainal.
DPMDes berharap bahwa dengan kerja sama yang baik, masyarakat desa dapat menikmati manfaat yang lebih besar dari program ini.
Meski anggaran minim, Zainal yakin bahwa program kerja sama desa tetap dapat berjalan efektif.
“Kami akan mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran dan memastikan program ini berjalan lancar,” katanya.
Zainal menambahkan bahwa DPMDes telah memiliki pengalaman dalam mengelola program kerja sama desa dengan anggaran yang terbatas.
“Dengan pengalaman dan komitmen kami, kami yakin program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat desa,” ujar Zainal.
DPMDes juga berharap bahwa program kerja sama desa dapat meningkatkan perekonomian desa dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan ini,” kata Zainal.
Dengan demikian, DPMDes optimis bahwa program kerja sama desa dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat desa. (ADV)





