KLAUSAMEDIA, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang mencari lahan baru untuk menggantikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota yang sudah penuh. Studi kelayakan sedang dilakukan dan ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aji Wijaya Efendi mengatakan TPA Batota di Sangatta yang saat ini sudah mencapai ambang batas daya tampung sampah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume limbah domestik.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mencari lahan baru dengan luasan yang cukup, sebab rencana TPA yang baru akan lebih modern dan ramah lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan solusi komprehensif, bukan hanya memindahkan lokasi, tapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien,” kata Aji Wijaya Efendi.
Ada empat lokasi sedang sedang di survei yaitu Muara Bengalon (IUPK), Lock Pond 4, Ring Road Sangatta, dan Km 5 arah Sangatta-Bontang.
Tak hanya DLH, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) juga terlibat dalam hal ini, yakni Bappeda Kutim dan BPKAD juga terlibat dalam ini.
Bapedda masuk dalam perencanaan pembangunan sementara BPKAD menangani aspek tukar guling aset dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Adapun rencananya TPA baru ini, akan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kutim akan menjadi lebih bersih dan sehat, serta memiliki lingkungan yang lebih baik.
Saat ini TPA Batota, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat penampungan sampah utama, kini tak lagi memadai. Selain kapasitas yang hampir penuh, kondisi lingkungannya dinilai tak layak dan lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah konsesi pertambangan. (ADV)




