Kaltim akan libatkan 15.959 ayah teladan demi keluarga harmonis

KLAUSAMEDIA — Kemendukbangga/ BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan mampu melibatkan sebanyak 15.959 ayah/calon ayah teladan tahun ini, sebagai upaya mencetak generasi harmonis, menanggulangi fenomena fatherless dan membangun karakter anak.

“Target ini mengalami peningkatan ketimbang tahun 2025 yang sudah tercapai sebanyak 10.768 ayah/calon ayah yang terlibat dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Kaltim,” kata Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim Sitti Mayasari Hamzah di Samarinda, Kamis.

GATI, lanjutnya, merupakan salah satu dari lima Program Quick Win, sebagai upaya untuk membangun keluarga bahagia. Sementara Quick Win merupakan bagian dari program besar Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Program GATI selain untuk mendorong keterlibatan seorang ayah, juga menjadi gerakan yang membawa nilai kesetaraan, progresif, dan emansipasi dalam keseimbangan mengasuh anak maupun membina hubungan keluarga lebih harmonis.

Program GATI ini dirancang untuk meningkatkan peran ayah dalam keluarga dan menjawab fenomena fatherless, yakni ungkapan untuk anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam hidupnya, atau anak yang mempunyai ayah tapi ayahnya tidak berperan maksimal dalam proses tumbuh kembang anak.

Dalam keluarga, peran ayah sangat penting dalam mengasuh anak, sehingga melalui berbagai aksi dari program ini, diharapkan ayah sadar akan perannya. Terlebih melalui kasih sayang yang ditunjukkan, maka maka ayah bisa menjadi idola bagi anak-anaknya.

Selain GATI, empat program lain dalam Quick Win adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), yaitu dengan penyediaan tempat penitipan anak atau daycare unggulan.

Kemudian Aplikasi Super Berbasis Akal Imitasi (AI) yang melayani konsultasi keluarga, serta program Lansia Berdaya (Sidaya), berupa layanan berbasis komunitas untuk para lansia yang tidak mendapatkan perawatan oleh anaknya.

Ia melanjutkan, untuk program Tamasya, program ini bertujuan untuk meningkatkan indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), menurunkan angka stunting, serta memperkuat peran orang tua melalui kelas pengasuhan dan sistem rujukan yang efektif.

Di Kaltim, dalam Tamasya telah ada 48 taman pengasuhan anak (TPA) yang melaksanakan empat layanan utama, yakni layanan yang terintegrasi untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal dan mendukung produktivitas orang tua bekerja.

Empat layanan ini meliputi layanan peningkatan kompetensi pengasuh, layanan pemantauan tumbuh kembang anak, layanan feedback orang tua/keluarga untuk yakni membangun komunikasi aktif dan pelaporan rutin kepada orang tua, dan layanan rujukan jika ditemukan indikasi gangguan tumbuh kembang anak.

Sumber: antaranews.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply