KLAUSAMEDIA, Bontang – Geliat sektor pariwisata di Kota Bontang terus menunjukkan tren positif dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbukti, sepanjang periode Januari hingga April 2026, realisasi pendapatan dari retribusi wisata Bontang tercatat sudah menembus angka Rp134.663.000.
Pencapaian dalam kurun waktu empat bulan tersebut terbilang impresif lantaran telah mengamankan sekitar 67 persen dari total target PAD sektor pariwisata tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp200 juta.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa seluruh perolehan retribusi tersebut langsung disetorkan ke Kas Daerah. Mekanisme selanjutnya akan digodok bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna kepentingan pembangunan infrastruktur pariwisata.
“Kami sangat optimis target Rp200 juta bisa terlampaui tahun ini. Seluruh pendapatan langsung masuk ke Kas Daerah. Ke depan, dana ini akan dibahas kembali bersama TAPD untuk dialokasikan pada program pembangunan serta pemeliharaan sarana dan prasarana di berbagai titik destinasi kita,” urai Eko saat dikonfirmasi redaksi kitamudamedia.com, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut, Eko membeberkan bahwa objek wisata Mangrove Edupark masih memegang peranan krusial sebagai salah satu lumbung pendapatan terbesar. Meski sempat mengalami fluktuasi kunjungan di awal pemberlakuan tarif masuk, saat ini animo pelancong perlahan mulai stabil dan kembali normal.
Pada momentum libur akhir pekan (weekend), arus kas masuk dari retribusi tiket di kawasan hutan bakau tersebut mampu menyentuh angka Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Eko menambahkan, penarikan retribusi ini sejatinya merupakan langkah timbal balik demi kenyamanan para wisatawan sendiri melalui peningkatan mutu pelayanan dan pembenahan fasilitas publik secara berkala.
“Penerapan retribusi ini adalah wujud komitmen dan tanggung jawab kami untuk terus meng-upgrade fasilitas pendukung di lapangan. Dengan begitu, masyarakat dan wisatawan luar daerah bisa menikmati destinasi wisata Bontang dengan rasa aman dan jauh lebih nyaman,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Dispopar Kota Bontang terus melakukan perbaikan bertahap di sejumlah titik destinasi pelat merah, mulai dari peremajaan fasilitas umum hingga perawatan berkala pada sarana penunjang kenyamanan pengunjung. (*)
Editor : Redaksi.




