KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di sektor keagamaan. Langkah nyata ini disampaikan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sebagai realisasi program insentif sebesar Rp2 juta per bulan bagi para pemuka agama. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran penting mereka dalam menjaga moral dan kedamaian di Kota Taman.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Neni saat menghadiri perayaan HUT ke-45 Gereja Toraja Jemaat Kanaan di Kecamatan Bontang Barat, Sabtu (25/4/2026). Di hadapan ratusan jemaat, ia menekankan bahwa tokoh agama adalah mitra strategis pemerintah dalam merawat harmoni di tengah keberagaman.
“Kami terus berupaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat secara seimbang, baik secara intelektual, spiritual, maupun emosional. Salah satunya lewat dukungan insentif Rp2 juta bagi pemuka agama untuk mendukung pembinaan umat,” ujar Wali Kota Neni.
Kebijakan pemberian insentif ini dirancang agar para tokoh agama dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas mulia membimbing umat, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta membentengi masyarakat dari potensi konflik sosial. Pemkot Bontang menilai, ketenteraman yang dinikmati warga hari ini tidak lepas dari khotbah, ceramah, dan edukasi menyejukkan yang konsisten disuarakan para pemuka agama di tempat ibadah masing-masing.
“Perayaan keagamaan seperti ini bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kasih, harmoni, dan toleransi agar kehidupan bermasyarakat di Bontang tetap rukun dan damai,” tambahnya.
Selain fokus pada penguatan spiritualitas, Pemkot Bontang memastikan bahwa pemenuhan hak-hak dasar masyarakat lainnya, seperti alokasi 20 persen anggaran pendidikan serta perbaikan infrastruktur publik, tetap berjalan simultan meski postur anggaran daerah sedang dinamis.
Wali Kota Neni berharap, perhatian khusus pemerintah terhadap kesejahteraan para tokoh agama ini dapat semakin memperkokoh sinergi lintas iman. Keberadaan lingkungan yang aman dan kondusif, seperti yang ditunjukkan oleh Jemaat Kanaan selama sepuluh tahun terakhir, menjadi bukti autentik bahwa kedekatan antara pemerintah, pemuka agama, dan masyarakat adalah modal utama pembangunan daerah. (Adv)
Editor : Redaksi




