KLAUSANEWS – Tidak hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga sangat tinggi Rp 170 ribu per kilogram. Daun bawang pun dijual dengan harga melambung, Rp 100 ribu per kilogram.
Hal itu, dipicu kekosongan stok daun bawang di pasaran. Di pasar induk Taman Rawa Indah misalnya, dari pantauan redaksi klausabontang.news (13/07/2022) sulit ditemui daun bawang di lapak para pedagang sayuran. Padahal biasanya, hampir semua pedagang menjual.
Ali (58) salah satu pedagang pasar Rawa Indah menyebutkan harga daun bawang yang awalnya hanya kisaran Rp 40.000 sampai 50.000 ribu per kilogramnya, kini mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan cabai rawit merah.
“ Daun bawang juga naik, kemarin masih Rp 40.000 ribu, Rp 50.000 ribu masih dapat, gara-gara kemarin harga cabai naik, jadinya harga dari produsen juga naik, saya sebagai pedagang juga ikut menaikkan harga sama seperti pedagang yang lain, kurang lebih saja itu harga jualnya, “ kata Ali saat ditemui redaksi klausabontang.news Rabu (13/07/2022)
Lebih lanjut Ali mengatakan, kurangnya stok yang didapatkan dari produsen dan gagal panen yang dialami oleh petani lokal menjadi pemicu harga daun bawang mahal.
“ Walaupun sekarang harganya mahal, namun peminatnya tidak berkurang, ini stok daun bawang terakhir yang saya punya, infonya besok pagi baru datang dengan harga jual yang masih sama, bisa berbeda, tergantung produsen ngasih kami harga berapa besok,“ tambahnya.
Bahan masakan yang lain juga mengalami kenaikan. Bawang bombay awalnya Rp 25.000 kini mencapai Rp 27.000 sampai Rp 30.000 ribu per kilogramnya, bawang merah kisaran Rp 35.000 sampai Rp 40.000 ribu per kilogramnya kini mencapai Rp 75.000-100.000 per kilogram serta cabai rawit hijau sekarang mencapai harga Rp 100.000 per kilogram.
Reporter: Octa Fadillah
Editor : APL




