KLAUSANEWS, Bontang- Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Bontang terus meningkat.
UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KB) mencatat di tahun 2022 sampai periode Juli ada 62 kasus, dengan wilayah tertinggi, Bontang Selatan.
“ Untuk saat ini, Bontang Selatan dan Bontang Utara masih mendominasi wilayah tertinggi kekerasan, Bontang Selatan 36 kasus dan Bontang Utara 27 kasus, ” ujar Kepala UPTD PPA Marlina, Kamis (14/07/2022).
Ia menyebutkan aksi kekerasan pada anak dan perempuan melandai pada tahun 2021. Dari catatan UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bontang tahun 2021, kasus kekerasan anak dan perempuan sebanyak 53 kasus, dan di tahun 2022 periode sampai dengan Juli kiranya ada 62 kasus.
Data itu bersumber dari laporan yang masuk ke layanan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di DPPKB Bontang. Namun angka itu menurun dibanding pada tahun 2020, sebanyak 167 kasus.
“ Bisa jadi banyak kasus yang terjadi namun dirahasiakan, kasus kekerasan anak bisa terjadi dimana saja, tidak menutup kemungkinan di lingkungan keluarga pun bisa terjadi, untuk kasus di tahun ini kami mencatat ada 62 kasus sampai dengan Juli 2022, “ katanya.
Kasus kekerasan perempuan dan anak di Bontang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan disertai penurunan. Ia menyebutkan pada tahun 2019, ada 77 kasus kekerasan yang dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang. Berikutnya pada 2020 naik menjadi 167 kasus, tahun 2021 turun menjadi 53 kasus, dan tahun 2022 sampai dengan Juli kembali meningkat.
Lebih lanjut, Marlina juga menjelaskan, bahwa setiap kasus akan ditangani hingga selesai serta pihaknya akan melakukan pendampingan sesuai 6 fungsi layanan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pengaduan masyarakat
1) Penjangkauan korban
2) Pengelolaan kasus
3) Penampungan Sementara
4) Mediasi
5) Pendampingan Korban
6) Pengaduan Masyarakat
“ Pihak kami terkhusus akan menyiapkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan korban. Alhamdulillah untuk tahun ini sudah ada rumah aman, dimana rumah ini kami sediakan untuk korban-korban yang sedang masa pemulihan pasca kejadian, “ jelasnya.
Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL




