Tak Ada Dana, Neni Putuskan Batalkan Revitalisasi Danau Kanaan

KLAUSAMEDIA, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memutuskan untuk membatalkan proyek revitalisasi Danau Kanaan akibat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang mencapai Rp150 miliar.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Neni saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Pendopo Rumah Jabatan, Selasa (7/4/2026).

“Kita tidak punya uang, sehingga ada beberapa program yang kemungkinan besar harus dibatalkan, termasuk proyek Danau Kanaan,” ujar Neni.

Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap kemampuan keuangan daerah, Pemkot Bontang terpaksa mengambil langkah ini. Kondisi semakin berat karena tidak adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Padahal, revitalisasi Danau Kanaan semula merupakan proyek strategis Pemkot yang direncanakan dengan skema Multiyears Contract (MYC) selama lima tahun (2026–2031) senilai Rp267,6 miliar. Proyek ini diharapkan dapat mempercantik kawasan, mengendalikan banjir, sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat.

Namun, di tengah keterbatasan anggaran, Neni memilih memprioritaskan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami tidak ingin memaksakan proyek besar karena risikonya bisa menimbulkan utang kepada kontraktor,” tegasnya.

Rencana pembatalan proyek multiyears ini akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Bontang karena sebelumnya telah disepakati bersama. Beberapa program pembangunan lainnya juga berpotensi ditunda hingga kondisi fiskal daerah membaik.

Neni berharap situasi defisit ini hanya bersifat sementara, sehingga program-program prioritas yang tertunda dapat dilanjutkan kembali ketika pendapatan daerah pulih. (adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply