KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus menaruh perhatian serius dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Sebagai langkah nyata memperkuat benteng perlindungan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menggelar kegiatan Advokasi Kebijakan Perangkat Daerah dalam Penyelenggaraan Perlindungan Khusus Anak, Kamis (21/5/2026), bertempat di Balai Pertemuan Kecamatan Bontang Barat.
Agenda strategis ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat koordinasi serta menyatukan komitmen berbagai pemangku kepentingan. Lewat forum ini, seluruh peserta diajak untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan kebijakan maupun program kerja yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Acara resmi dibuka oleh Sekretaris DP3AKB Kota Bontang, Jamila Suyuthi. Dalam momentum tersebut, beliau memaparkan kondisi aktual hasil evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Kota Bontang sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Paparan komprehensif ini menyajikan peta capaian, tantangan yang masih dihadapi, serta rumusan langkah taktis yang harus dijalankan bersama demi mendongkrak kualitas perlindungan anak.
“Evaluasi KLA ini bukan sekadar angka, melainkan komitmen kita bersama. Perlindungan khusus anak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri di satu instansi. Diperlukan integrasi program yang kuat dari hulu ke hilir agar hak-hak anak di Kota Bontang benar-benar terpenuhi secara optimal dan mereka tumbuh di lingkungan yang inklusif,” tegas Jamila Suyuthi dalam arahannya.
Demi memberikan pembekalan yang mendalam, DP3AKB Bontang menghadirkan dua pakar yang kompeten di bidang perlindungan perempuan dan anak, yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Provinsi Kalimantan Timur, Junainah dan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Ayunda Ramadhani. Dipaparkan kesehatan mental adalah aspek fundamental yang tidak boleh terpisahkan dari pemenuhan hak anak.
Keseriusan Kota Bontang dalam melindungi generasi penerusnya tecermin dari kehadiran peserta yang sangat variatif. Mulai dari unsur Forkopimda, berbagai perangkat daerah, lembaga masyarakat yang tergabung dalam PPATBM, Forum Anak, pihak rumah sakit, puskesmas, hingga HIMPSI Bontang turut andil dalam forum ini.
Kehadiran elemen-elemen tersebut mempertegas lahirnya komitmen kolektif yang kuat untuk membangun sistem perlindungan anak yang komprehensif dan berkelanjutan di Kota Taman.
Melalui advokasi ini, DP3AKB Kota Bontang berharap jalinan sinergi antarinstansi terikat semakin erat, sehingga regulasi perlindungan khusus anak dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh sektor. Langkah nyata ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Layak Anak yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. (*)
Editor : Redaksi




