Targetkan Zero Stunting, Pemkot Bontang Gulirkan Operasi Timbang Serentak 2026

KLAUSAMEDIA, BONTANG – Langkah taktis dan terukur terus diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang demi mencetak generasi penerus yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas. Komitmen mewujudkan target Zero Stunting ini dibuktikan lewat peluncuran Operasi Timbang Serentak Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang.

Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris di Ruang Rapat Lantai II Kantor DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6/2026) pagi.

Dalam arahannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa akurasi data gizi menjadi hulu terpenting dalam menentukan intervensi kebijakan di hilir secara real-time.

“Operasi Timbang bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian penting dari upaya kita memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau status gizinya, dan mendapatkan intervensi yang tepat sejak dini. Target kita jelas, menuju Zero Stunting secara bertahap di Kota Bontang,” tegas Neni.

Aksi pencatatan status gizi ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Juni 2026. Tidak main-main, Pemkot Bontang mengerahkan kekuatan penuh di akar rumput dengan melibatkan 125 Posyandu aktif serta 984 kader Posyandu yang bergerak serentak untuk memantau sekitar 9.840 balita di seluruh penjuru Bontang.

Neni mengingatkan, pengentasan stunting tidak bisa diselesaikan jika hanya berfokus pada balita. Pola penanganannya harus komprehensif melintasi sektor hulu dan hilir.

“Penanganan stunting harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Tidak cukup hanya fokus pada balita, tetapi juga harus memperhatikan asupan tablet tambah darah remaja putri, pendampingan ibu hamil, perbaikan sanitasi lingkungan, dan penerapan pola hidup sehat di masyarakat,” jabarnya.

Langkah akselerasi ini juga menjadi tindak lanjut dari Perjanjian Kinerja Penurunan Stunting dan Penanganan Sampah Ramah Lingkungan yang telah diteken oleh para camat, lurah, dan kepala puskesmas pada 21 Mei 2026 lalu. Wali Kota memberikan instruksi tegas agar kinerja di tingkat wilayah dipacu lebih maksimal.

“Seluruh kelurahan harus mampu menurunkan angka stunting hingga satu digit. Saya berharap evaluasi berkala dilakukan ketat agar setiap program berjalan efektif,” tambah Neni memotivasi aparatur.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, melaporkan bahwa agenda ini sengaja diselaraskan dengan linimasa kesehatan nasional. Operasi Timbang digelar tepat sebelum pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2026 dimulai.

“Ini taktik agar tersedia waktu yang cukup bagi kami untuk melakukan berbagai intervensi cepat terhadap balita yang teridentifikasi mengalami masalah gizi,” jelas Toetoek.

Nantinya, seluruh hasil pengukuran mulai dari berat badan, panjang badan, hingga capaian imunisasi akan langsung divalidasi ke dalam aplikasi E-PPGBM. Data berbasis digital inilah yang akan memetakan peta kerja intervensi bagi puskesmas di setiap wilayah.

Di akhir penjelasannya, Wali Kota kembali mengetuk kesadaran masyarakat agar aktif membawa buah hati mereka ke Posyandu terdekat selama pekan operasi timbang ini, demi mewujudkan anak Bontang yang sehat dan keluarga yang bahagia.

Acara ini turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, Asisten Pemkesra Dasuki, Kepala BPS Nur Wahid, Ketua Tim Pembina Posyandu Nur Kalbi Agus Haris, serta Kepala Dinkes Toetoek Pribadi Ekowati. Dukungan masif juga terlihat dari terkoneksinya 15 Posyandu perwakilan kelurahan melalui saluran Zoom Meeting. (Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply