KLAUSAMEDIA.COM, Bontang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang memberikan imbauan tegas kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar memastikan pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru dilakukan sesuai target yang ditetapkan. Langkah pengawasan ini ditegaskan mengingat Pemerintah Kota Bontang berkomitmen terus menjalankan program bantuan tersebut walaupun alokasi anggaran daerah tengah mengalami pembatasan.
Apresiasi atas konsistensi kebijakan tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Bontang, M Yusuf. Menurutnya, prioritas anggaran yang diarahkan ke sektor pendidikan ini memberikan dampak riil, terutama dalam menekan pengeluaran finansial orang tua murid ketika menyambut dimulainya tahun ajaran baru.
“Keputusan pemerintah untuk tetap menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan di tengah penyesuaian anggaran patut kita syukuri bersama, sebab dampaknya dapat langsung dinikmati oleh warga,” ungkap Yusuf.
Kendati demikian, Yusuf menggarisbawahi pentingnya Disdikbud memantau alur produksi hingga penyaluran barang secara presisi sesuai kesepakatan jadwal kerja bersama para penjahit. Keterlambatan dalam proses penyerahan dikhawatirkan dapat mengikis efektivitas bantuan serta memicu ketidakpuasan dari pihak wali murid.
“Penyerahan seragam gratis ini kami harapkan berjalan tepat waktu mengikuti tenggat yang telah disepakati bersama penjahit. Jangan sampai para peserta didik baru mengalami kendala karena proses pengerjaan atau pengiriman yang meleset dari jadwal,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain meringankan beban masyarakat, keterlibatan perajin busana lokal dalam pembuatan seragam ini turut memberikan suntikan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil di Kota Bontang. (*)
Editor : Redaksi




