KLAUSAMEDIA — Sekjen Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo saat memimpin upacara penutupan SPPI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat 31 Juli 2026. (Antara/Walda Marison)
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi menutup diklat bela negara Koperasi Merah Putih bagi peserta sarjana penggerak pembangun Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Upacara penutupan digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan diawali penyiapan pasukan SPPI di lapangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo bertindak sebagai pembina upacara.
Sebelum penutupan resmi dilakukan, Tri Budi bersama pemimpin upacara memeriksa barisan peserta. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 33.758 anggota SPPI telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan diawali penyiapan pasukan SPPI di lapangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo bertindak sebagai pembina upacara.
Sebelum penutupan resmi dilakukan, Tri Budi bersama pemimpin upacara memeriksa barisan peserta. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 33.758 anggota SPPI telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.626 orang merupakan calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sedangkan 5.159 orang lainnya merupakan calon manajer Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Adapun peserta yang mengikuti upacara penutupan di Lanud Halim Perdanakusuma berjumlah sekitar 3.500 orang.
Seusai melakukan pemeriksaan pasukan, Tri Budi kembali ke podium untuk menyampaikan pernyataan resmi penutupan diklat gelombang pertama.
“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Jumat, tanggal 31 Juli 2026, pukul 08.22 WIB, pendidikan dan pelatihan sarjana penggerak pembangunan Indonesia, Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Tri Budi.
Hingga berita ini ditulis, rangkaian upacara penutupan masih berlangsung.
Diklat Bela Negara Koperasi Merah Putih berlangsung selama 1,5 bulan di berbagai fasilitas pelatihan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh pembekalan yang mencakup manajemen koperasi, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta nilai-nilai bela negara.
Pembekalan tersebut dirancang untuk menyiapkan para peserta SPPI agar memiliki kompetensi dalam mengelola koperasi sekaligus memiliki karakter kepemimpinan, nasionalisme, dan jiwa patriotisme saat menjalankan tugas sebagai manajer Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pengembangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Para lulusan diklat diharapkan mampu mengelola koperasi secara profesional, meningkatkan tata kelola organisasi, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan kawasan pesisir.
Sumber: beritasatu. com| Editor: Redaksi




